Ketua umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono (Hendra Saputra)
Ketua umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono (Hendra Saputra)

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang akan meningkatkan Sport Science untuk para atlet demi prestasi yang diharapkan. Dengan sudah menandatangani MoU bersama Universitas Negeri Malang (UM) KONI berharap hal tersebut adalah awal peningkatan metode keolahragaan bagi atlet yang modern.

Step by step KONI Kota Malang mulai membangun kembali atlet untuk membawa prestasi bagi 'Bhumi Arema'. Pasalnya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun lalu, Kota Malang masih belum maksimal.

Tapi saat ini, KONI sudah memulai untuk meningkatkan kinerja cabang olahraga (cabor) nya agar atlet yang disiapkan sudah bisa bertempur ketika event olahraga digelar.

"Peningkatan sport science, nanti akan kami dikembangkan. Kebetulan kami juga sudah MoU dengan UM terkait pengembangan atlet," kata Ketua Umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono belum lama ini.

Sport Science sendiri merupakan disiplin ilmu yang mempelajari penerapan dari prinsip-prinsip sains dan teknik-teknik yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga. 

Sport Science memiliki arah antara lain untuk memprediksi dan membandingkan hasil dari tes yang telah dilakukan, memonitor hasil pelatihan yang telah dilakukan, Sport Science juga dapat digunakan sebagai penentu keputusan, menetapkan suatu tujuan, apabila perlu dilakukan suatu revisi program, dapat digunakan untuk melakukan identifikasi bakat dan penentuan sasaran, sebagai bahan untuk memberikan motivasi, dan tidak semua cabang dapat diukur dengan alat yang sama, dan masing-masing mempunyai keunikan tersendiri. 

Beberapa negara besar seperti Jerman, Tiongkok, Korea Selatan, dan Australia adalah beberapa negara yang sudah sangat intensif mengimplementasikan IPTEK olahraga yang canggih. Hasilnya, prestasi atlet pun terdongkrak di berbagai cabang olahraga.

"Tanpa memanfaatkan sport science, prestasi olahraga atlet Kota Malang akan terus tertinggal dari daerah lain. Hingga kini masih ada pelatih yang menganggap iptek hanya sebagai bumbu olahraga. Padahal, iptek harus dijadikan sebagai bahan baku untuk pencapaian prestasi olahraga," ungkap Eddy Wahyono.