Tersebarnya screenshot percakapan diduga ketua Bawaslu Kota Surabaya bersama seseorang berkaitan dengan perkara pelanggaran Pemilu Legislatif 2018 menuai beragam kontroversi. 

Screenshot percakapan itu berisi permintaan sejumlah uang dari oknum anggota Bawaslu berinisial AG kepada seseorang yang diduga perantara caleg petahana dari Partai Golkar berinisial AP.

Sekretaris DPD Golkar Jatim Aan Ainurrofik yang namanya juga dicatut dalam percakapan via WhatsApp itu berencana melaporkan AG dengan dugaan pencemaran nama baik ke Polda Jatim dan dugaan gratifikasi ke Kejati Jatim.

"Saya sudah memasrahkan kepada tim penasihat hukum dan insya Allah akan melaporkan perkara ini ke Polda Jatim sebagai hadiah tahun baru untuk penyelenggara pemilu," tegas Aan, Kamis (26/12/2019).

Kuasa hukum Aan, DJauhari Catur Suwarno, mengungkapkan bakal mengkaji lebih dalam dugaan pidana yang terdapat pada percakapan tersebut. "Sejauh ini kami masih dalam tahap pengkajian pidananya. Kami perlu memantapkan dulu, Senin lah paling lambat kami akan ke polda," ungkap DJauhari.

Tak jauh berbeda, tim pengacara Aan lainnya, Retno Sariati Sandra Lukito, bahkan menyatakan ada unsur pidana di dalamnya. Mulai dari dugaan money politics dan dugaan pencemaran nama baik. Bahkan tim hukum Aan tak hanya akan melaporkan kasus ini ke Polda Jatim, namun juga berencana mengadukan dugaan gratifikasi ke Kejati Jatim.

"Kalau dilihat dari percakapan via Whatsapp, dugaan pidananya sudah ada. Tinggal kami perdalam saja. Senin kami akan lapor ke Polda Jatim dan pengaduan dugaan gratifikasi ke Kejati Jatim. Senin lah. Pasti itu," ucap pengacara perempuan ini.

Untuk diketahui, pada pelaporan kali ini, Aan menggunakan tiga pengacara sekaligus. Yakni DJauhari Catur Suwarno, Retno Sariati Sandra Lukito, dan Hasan Sodikin.