Suasana terapi rehab medis yang dilakukan petugas kesehatan dari Puskesmas Kedungkandang (Foto: Dokumentasi Puskesmas Kedungkandang)
Suasana terapi rehab medis yang dilakukan petugas kesehatan dari Puskesmas Kedungkandang (Foto: Dokumentasi Puskesmas Kedungkandang)

Berbagai fasilitas di setiap pelayanan kesehatan menjadi hal utama yang diperhatikan untuk menunjang kenyamanan pasien. Banyaknya pasien yang menyandang penyakit kronis, seperti diabetes, stroke, hipertensi dan lainnya ini membuat penyedia layanan kesehatan harus bergerak aktif membina pasiennya untuk hidup sehat.

Nah, belum lama ini Puskesmas Kedungkandang memberikan pelayanan bagi pasien yang tergabung di Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) dan lansia. Bukan melalui pemberian obat, namun dengan pemberian penyuluhan hingga terapi rehab medis.

Kepala Puskesmas Kedungkandang, dr. Dewi Kurniati mengatakan program rehab medis yang dilakukan kepada pasien di Puskesmas Kedungkandang itu merupakan pengabdian masyarakat yang bekerja sama dengan layanan kesehatan di Kota Malang. Yakni, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), RS HUSADA ASIH, PPDS RSSA, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi.

"Bersama kami dari Prolanis dan tim Promkes. Mulai dari kegiatan penyuluhan, screening, pemeriksaan kesehatan dan terapi rehab medis. Sasarannya pasien Prolanis dan lansia di wilayah Puskesmas Kedungkandang," ungkapnya.

Dalam kegiatan itu, setiap pasien diperiksa untuk diketahui bagaimana kondisi tubuhnya. Dokter juga memberikan perawatan singkat kepada pasien berdasarkan riwayat kesehatan yang dimiliki. Hal itu, guna memulihkan kesehatan fisik pasien dan emosional pasien.

"Terapi rehab medis yang terdiri dari alat bantu berupa tensi, inframerah, ultrasound diatermi serta alat kompres untuk inflamasi akut. Pasien diperiksa dan direhab untuk dicek sejauh mana kondisi fisik mereka. Seperti pasien yang sendinya sering merasa ngilu, nah kita berikan penanganan melalui terapi," imbuhnya.

Harapannya, melalui kegiatan tersebut pasien dapat terbantu dalam mengembalikan fungsi tubuh yang hilang karena kondisi medis atau mengalami cidera. Tentunya, dengan sistem yang disesuaikan dengan umur dan gender pasien.

"Tindakan ini juga menjadi salah satu kegiatan promotiv hingga kuratif dari kami untuk pasien. Mereka bisa diterapi sesuai kondisinya, disesuaikan umurnya, gendernya, dan tindakan rehabnya juga disesuaikan dengan kondisi fisik pasiennya," tandasnya.