Ribuan pil dobel L dan Barnag bukti narkoba yang diamankan petugas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Ribuan pil dobel L dan Barnag bukti narkoba yang diamankan petugas (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kasus peredaran narkoba saat ini di Kota Malang masih cukup tinggi. Terbukti, dalam 11 hari saja, mulai 6 Januari 2020 sampai 16 Januari 2020, Satreskoba Polresta Malang Kota berhasil mengamankan 11 tersangka penyalahgunaan narkoba.

"Secara klasifikasi kasus narkotika sebanyak 10 kasus. Kemudian kasus obat keras dan berbahaya (Okerbaya) sebanyak 1 kasus. Total tersangka yang diamankan sebanyak 11 orang," jelas Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika dari 11 tersangka tersebut kembali terbagi dalam dua kategori, yang pertama, sebanyak 1 orang pengedar narkotik, satu orang pengedar Okerbaya dan 9 orang merupakan penyalahguna. "Tersangka laki-laki 10 dan ada satu orang perempuan ibu rumah tangga, memang cukup miris," paparnya.

Dari jumlah kasus tersebut, terjadi di beberapa wilayah hukum Polsek jajaran. Namun yang tertinggi ada di wilayah hukum Polsek Sukun da Polsek Kedungkandang. "Di jajaran Polsek Klojen tidak terdapat kasus, Polsek Lowokwaru satu kasus, dengan satu tersangka, Polsek Sukun empat kasus dengan empat tersangka, Polsek Kedungkandang sebanyak empat kasus dengan empat tersangka, kemudian Polsek Blimbing, satu kasus dengan satu tersangka, dan satu orang lagi masih dikembangkan," bebernya.

Sementara itu, untuk total barang bukti yang diamankan, berupa sabu sebesar 40,18 gram, ganja 295,94 gram, dan pil LL yang jumlahnya mencapai ribuan, yakni sebanyak 7.625 butir.

"Kejadian tempat penangkapan kebanyakan kami tangkap di rumahnya. Kami juga berharap peran serta masyarakat untuk berpartisipasi memberantas narkoba. Bila memang terdapat sebuah informasi yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas, akan langsung kami tindak lanjuti. Kami komitmen berantas peredaran narkoba,' pungkasnya.