GTN Data Center.
GTN Data Center.

Menghadapi era ekonomi digital di Asia Tenggara, pasar data center Indonesia menunjukkan geliat yang positif tetapi masih membutuhkan kerja keras untuk mengejar ketertinggalan dalam mengisi ceruk pasar dalam negeri yang masih terbuka lebar. Salah satu perusahaan yang siap mengisi peluang ini adalah PT Graha Teknologi Nusantara (GTN Data Center).

Dengan selesainya Palapa Ring Paket Timur di bulan Agustus 2019, melengkapi Palapa Ring Paket Barat dan Tengah, masyarakat Indonesia akan merasakan koneksi internet cepat melalui infrastruktur pendukung kabel serat optik ini, yang menghubungkan seluruh kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, yang dikenal sebagai “Tol Langit”.

Indonesia sedang berjalan pada jalur menuju ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan dukungan kebijakan dari pemerintah, termasuk dorongan ke arah digitalisasi sektor UMKM di seluruh daerah, pertumbuhan yang menjanjikan dari berbagai usaha rintisan (Startup company) yang ada dan akan muncul dan pengembangan “smart cities”.

Seiring dengan hal tersebut adalah berpindahnya perusahaan-perusahaan dari “legacy IT infrastructure” kepada layanan virtual dan “colocation data center” menuju era Indonesia 4.0.

Beberapa perusahaan atau brand global penyedia layanan komputasi awan berbondong-bondong melakukan investasi dalam bentuk data center di Indonesia, yang ikut mendorong perusahaan lokal terpacu dan memposisikan Indonesia sebagai alternatif yang diperhitungkan selain Singapura sebagai regional data center hub.

Negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Thailand dan Malaysia masih memiliki lahan dan sumber energi yang cukup untuk membangun lebih banyak data center di wilayahnya dan Indonesia disebut-sebut sebagai tempat favorit.

Sebagai bagian dari partisipasi sektor swasta, PT Graha Teknologi Nusantara saat ini mengoperasikan data center yang terletak di Cikarang, yang bisa ditempuh dengan berbagai moda kendaraan dan berjarak sekitar 35 km dari Jakarta.

Sebagai penyedia layanan kepada pelanggan, PT Graha Teknologi Nusantara selalu berpegang dan fokus pada kualitas dan layanan terbaik, dan salah satu indikatornya adalah ISO 9001:2008 yang memberikan standar manajemen kualitas.

Untuk kualifikasi atas lokasi, infrastruktur fisik, fasilitas dan teknologi, Data Center GTN ini menjadi yang pertama di Indonesia menyandang sertifikasi ketat Rated 3 ANSI/TIA-942:2014 dari EPI, TVRA-TRM Guidelines dari Monetary Authority of Singapore yang berkaitan dengan bencana alam seperti gempa bumi dan banjir. ISO 27001:2005 untuk “information security”.

TIA-942 juga mengatur mengenai “uptime”, yang menyangkut kehandalan data center dalam menjaga suplai listrik secara kontinu. Dalam hal ini, GTN Data Center mencapai uptime 100% sejak 2016, dengan uji kelistrikan berkala dilakukan dua kali dalam setahun.

Kedepannya aspek yang menyangkut efisiensi energi dan kelestarian lingkungan, akan memainkan peran lebih besar dalam pemilihan data center ramah lingkungan bagi perusahaan-perusahaan mitra.

Untuk aspek bangunan dan lingkungan sekitarnya, GTN Data Center merupakan yang pertama menerapkannya sehingga mendapatkan penghargaan pertama di Indonesia dari lembaga Green Bulding Council Indonesia.

Ceruk pasar layanan komersil yang bisa diisi oleh PT Graha Teknologi Nusantara selain yang sudah disebut di awal adalah cloud & managed services, program inkubasi untuk perusahaan startup dengan sumber daya yang terbatas, dan siap dipakai sebagai “disaster recovery site” bagi kostumer lokal dan internasional yang ingin membangun processing dan/atau recovery site di Indonesia.