Foto Instimewa
Foto Instimewa

Inflasi Kota Kediri pada tahun 2019 bertengger di angka 1,83 persen. Ini lebih rendah 0,14 persen dibanding inflasi tahun 2018 yakni 1,97 persen. Inflasi Kota Kediri di bawah capaian nasional yakni 2,72 persen dan capaian Jawa Timur sebesar 2,12 persen.

Tentunya keberhasilan Kota Kediri dalam mengendalikan laju inflasi tidak lepas dari kesolidan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. Kesolidan TPID Kota Kediri tercipta dari pertemuan-pertemuan non formal. Dari diskusi pada forum-forum non formal itulah sering tercipta ide-ide apik dalam pengendalian inflasi Kota Kediri.

Kesolidan dan kehangatan TPID Kota Kediri nampak dalam berbagai kegiatan. Seperti dalam acara ramah tamah pelepasan dan perkenalan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Kediri, Senin (20/1) malam bertempat di Halaman KPwBI Kediri.

Dimana Musni Hardi Kasuma Atmaja akan berpindah tugas di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau. Sementara Kepala KPwBI Kediri digantikan oleh Sofwan Kurnia yang sebelumnya bertugas di Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta. Pergantian jabatan secara resmi akan dilakukan pada Selasa (21/1).

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasinya kepada Bank Indonesia dan TPID Kota Kediri. Dimana Kota Kediri bisa menjadi juara dalam mengendalikan inflasi. "Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih ke Bank Indonesia dan seluruh jajaran khususnya Pak Musni. Waktu awal hadir di Kota Kediri langsung ngegas. Kalau kita nggak ngegas pasti kewalahan. Dan _Alhamdulillah_ membuahkan hasil yang positif," ujarnya.

Dalam kesempatan ini wali kota yang populer disapa Mas Abu mengucapkan terima kasih kepada Musni Hardi atas kerjasama yang terjalin selama ini. Serta mengajak Sofwan Kurnia untuk berkolaborasi.

 "Inilah kita di Kota Kediri. Kita tanpa batas. Dulu mungkin kita masih ego sektoral namun sekarang kita lebih berkolaborasi. Karena kita ingin dari hasil yang kita kerjakan bisa dinikmati masyarakat. Kalau masalah kita mendapat penghargaan itu bonus saja. Paling terpenting masyarakat merasakan dampak positif dari apa yang telah kita lakukan," ungkapnya.

Mas Abu juga menyampaikan tantangan kedepan yang harus diselesaikan bersama. Yakni bagaimana mengedukasi masyarakat untuk berinvestasi dengan tepat. 

"Kalau kita sudah berhasil menekan inflasi berarti pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan masyarakat. Nah kita edukasi agar masyarakat ini bisa berinvestasi yang tepat," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan ini TPID Kota Kediri, jajaran karyawan KPwBI, pensiunan Bank Indonesia, dan mitra kerja Bank Indonesia.