Sejumlah PKL di Pasar Besar Kota Malang ditertibkan Petugas Diskoperindag Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Sejumlah PKL di Pasar Besar Kota Malang ditertibkan Petugas Diskoperindag Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Bandel, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di area depan Pasar Besar Kota Malang dipaksa boyongan. Petugas dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang siang ini (Jumat, 24/1) melakukan operasi penertiban tersebut.

Kepala Diskoperindag Kota Malang, Wahyu Setianto menjelaskan banyaknya keluhan dari pedagang resmi atas menurunnya omset dagangan itu yang akhirnya membuat PKL ditertibkan paksa. Padahal, para PKL sebelumnya sudah sering diberikan pemberitahuan pelarangan berjualan di area depan Pasar Besar Kota Malang.

"Memang tadi mulai pukul 14.30 WIB kita lakukan penertiban PKL. Awalnya, yang ada di Pasar Kebalen, karena itu kan nggak boleh, dan saya terus menerus dapat keluhan dari masyarakat termasuk Pasar Besar. Gimana ini omset saya menurun, karena itu kita operasi hari ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, meski sempat terjadi perlawanan namun proses penertiban tetap dijalankan. Setidaknya, ada kurang lebih 25 PKL yang ditertibkan di kawasan rest area hingga area depan Pasar Besar Kota Malang. Barang dagangan mereka juga diangkut di atas truck untuk diamankan.

"Ya ada pedagang yang teriak-teriak, ada juga tadi petugas saya kena pukul. Tapi, tetap kita lakukan operasi tanpa kekerasan. Di dalam itu ada 12-an PKL, kalau sama area depan ada sekitar 25 kita amankan. Ya, yang jualan baju, celana dan yang lainnya semua kita amankan," imbuhnya.

Namun, menurut dia dengan diamankan barang dagangan milik PKL tersebut bukan berarti diambil begitu saja. Hal itu sebagai salah satu bentuk peringatan agar pedagang jera akan tindakannnya melanggar area jualan. Apalagi, mereka tidak melakukan pembayaran distribusi.

"Bukan berarti diamankan terus nanti nggak boleh dibawa enggak, ini untuk efek jera. Kita juga kasih pengertian sampean salah, berapa kali sudah diperingatkan (dilarang jualan di area yang dilarang)," paparnya.

Padahal, menurutnya ketika PKL menuruti aturan mereka masih bisa berjualan dengan nyaman. Karena, Diskoperindag juga memberikan solusi untuk memindahkan lapak jualannya ke sebelah barat dan timur Pasar Besar Kota Malang. Dengan catatan, tetap harus dalam keadaan rapi.

"Bukan kita ngusir terus nggak ada solusi ya, sudah kita imbau. Kita nyuruh pergi itu ada di sebelah kiri, kanan pasar, barat dan timur itu bisa ditata untuk PKL. Tapi, dengan catatan ditata rapi. Yang mau manut ya di sana akhirnya jualan enak, tapi yang enggak ini maunya di area depan pasar," tandasnya.