Bambang Haryo
Bambang Haryo

Jika di Surabaya ada nama Machfud Arifin yang sudah mendapatkan rekom untuk terjun di pilwali, di Sidoarjo ada nama Bambang Haryo Soekantoro (BHS).

Seperti diketahui beberapa daerah di wilayah Gerbang Kertasusila Jawa Timur melaksanakan pilkada serentak tahun 2020 ini. Yaitu, Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Di Sidoarjo, Gerindra sendiri memiliki 7 kursi suara di dewan. Namun itu masih kurang karena sarat minimal adalah 20 persen suara atau 10 kursi.

Tapi rupanya itu bukan masalah bagi Bambang Haryo. Karena partainya Gerindra bisa melakukan koalisi. Dan kemungkinan akan berjalan bersama dengan Golkar yang memiliki empat kursi. Sehingga dengan total 11 kursi sudah sah untuk bisa maju dalam pilkada Kabupaten Sidoarjo.

Secara eksklusif BHS sapaan akrabnya kepada JatimTIMES menyampaikan jika rekom dari DPP Gerindra sudah turun untuknya. "Saya sudah bertemu bapak Prabowo secara langsung. Selain DPP, di tingkat DPD Jatim dan DPC Sidoarjo setuju saya maju pilkada," ujarnya, Minggu (26/1) malam.

Meski belum ada surat resmi yang turun BHS percaya rekom untuk pencalonan dirinya sudah sah. "Tinggal suratnya. Kira-kira sebentar lagi turun. Kemungkinan pertengahan Februari," tuturnya.

Selain rekom dari partainya Bambang juga menjelaskan rekom dari partai Golkar Sidoarjo akan segera menyusul juga. "Tapi saya akan tetap melakukan komunikasi untuk berkoalisi dengan partai lainnya," beber bos PT Dharma Lautan Utama (DLU) ini.

Bambang menuturkan sangat faham detail permasalahan yang ada di Sidoarjo. Karena ketika masih menjadi anggota DPR RI tahun 2014-2019, Sidoarjo dan Surabaya merupakan daerah pilihannya.

Ditanya tentang bakal maju bersama siapa, Bambang mengaku sudah mengantongi nama. Namun, dia masih memilih untuk merahasiakan. "Wakil saya dari warga Nahdliyin," lanjutnya.

Disinggung kembali soal PKB yang sudah menjadi incumbent selama 20 tahun, Bambang menambahkan bukan masalah. 

"Ini proses demokrasi. Masyarakat yang menilai. Mereka akan menginginkan yang terbaik. Karena sekarang ini kondisi Sidoarjo butuhkan percepatan dalam pembangunan," imbuhnya.