Atlet Pagar Nusa Jatim ketika dijamu Gubernur Khofifah
Atlet Pagar Nusa Jatim ketika dijamu Gubernur Khofifah

Barisan atlet pencak silat dari Pagar Nusa Jatim menorehkan tinta emas awal tahun 2020 ini. Jatim kembali keluar sebagai juara umum di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Festival III Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa di Jakarta bulan Januari lalu.

Dari 59 atlet yang dikirim hampir semuanya meraih prestasi. Diantaranya berhasil meraih 30 emas, 11 perak dan 9 perunggu.

Sebagai apresiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengundang mereka ke Gedung Negara Grahadi, Kamis (6/2) sore. Mereka kemudian dijamu makan malam dan diajak pesta durian.

Karena repot gubernur mengutus Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Supratomo serta Kepala Dinas Pendidikan Wahid Wahyudi untuk menemui para atlet. Sementara dari pihak pengurus Pagar Nusa Jatim dihadiri Ketua Abdul Muchid dan Bendahara Ghufron Marzuqi.

Ditemui di sela acara Muchid menyampaikan ini sudah kali ke tiga Jatim keluar sebagai juara umum. "Sebelumnya piala bergilir. Karena tiga kali jadi tetap," ujarnya.

Dia menjelaskan bangga dengan prestasi yang diraih, namun tetap tidak boleh berpuas diri. "Harus ditingkatkan lagi. Tahun depan kalau perlu kita sapu bersih hingga 75 persen," tegasnya.

Menurut dia para atlet saat ini masih berada di usia muda. "Usia remaja dan pra remaja, jadi harus digembleng terus. Bukan hanya di Pagar Nusa tapi di Porprov mewakili masing kabupaten bisa juara nanti empat tahun lagi setelah PON di Papua," lanjutnya.

Selain itu dia meminta kepada anak didiknya agar juga memperhatikan asupan gizi makanan. Sehingga bisa seimbang dengan latihan yang berat. 

"Bukan hanya digembleng terus, tapi kalau kondisinya tak seimbang malah tak jadi atlet," tuturnya.

Setelah keluar sebagai juara umum ini pihaknya memiliki target agar atlet yang ada bisa mewarnai IPSI Jatim. "Contohnya Abdul Karim itu sampai berprestasi tingkat internasional," bebernya.

Ditanya tentang apresiasi yang sudah diberikan gubernur Muchid menjawab luar biasa. "Selain pesta durian juga diajak foto bareng. Ini motivasi luar biasa. Anak-anak belum pernah masuk Grahadi disuruh makan-makan," imbuhnya.