Logo Arema FC (istimewa)
Logo Arema FC (istimewa)

Launching tim dan jersey yang akan dilakukan Arema FC Minggu (23/2/2020) besok sore di Stadion Kanjuruhan dibarengi dengan closing flare party. 

Hal tersebut ditujukan untuk mengedukasi suporter agar kembali tidak menyalakan flare saat kompetisi Liga 1 2020 karena berakibat denda.

Arema FC akan mengemas perkenalan tim dan juga jersey untuk kompetisi Liga 1 2020. Rencananya akan ada closing flare party untuk Aremania dan sekaligus mengedukasi agar tidak menyalakan ketika bergulirnya kompetisi.

"Kami ingin menggabungkan kebersamaan antara manajemen, supporter dan pemain. Kompetisi musim lalu kami mendapat sanksi dan denda. Maka flare party ini bentuk edukasi untuk supporter," tutur Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

"Harapannya suporter tidak mengulangi lagi saat kompetisi Liga 1 2020 nanti, karena akibatnya denda dan akan merugikan tim," imbuhnya.

Untuk diketahui, hampir setiap musim Arema FC mendapatkan denda karena ulah oknum suporter. Dan berikut catatan sanksi denda yang pernah didapatkan Singo Edan dari 2017 hingga 2019 lalu.

Total sanksi denda Arema FC 2017-2019
Sanksi denda Liga 1 2019 Rp 1,020 miliar
Sanksi denda Piala Presiden 2019 Rp 150 juta
Sanksi denda Liga 1 2018 Rp 560juta
Sanksi denda Liga 1 2017 Rp 475juta

Untuk acara lainnya, Sudarmaji mengaku bahwa akan ada penabuhan bass drum oleh para pemain Arema FC. Dengan itu, harapan manajemen agar pemain Singo Edan dapat merasakan perjuangan para suporter yang setia dalam mendukung tim.

"Biar mereka (pemain) dapat merasakan perjuangan supporter ketika memberikan spirit dalam pertandingan. Kemungkinan para pemain juga akan ikut menabuh drum," jelasnya.