Plengsengan di Muharto yang ambrol usai diguyur hujan deras (ist)
Plengsengan di Muharto yang ambrol usai diguyur hujan deras (ist)

Plengsengan yang ada di tepi Sungai Brantas, tepatnya di Jalan Muharto Gang V B RT 3 RW 9, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, hari ini (24/2/2020) ambrol kurang lebih sepanjang 30 meter.

Ambrolnya plengsengan tersebut bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur Kota Malang, kurang lebih selama dua jam. Insiden itu diduga karena plengsengan tak kuat menahan beban dari air yang meresap ke tanah ditambah lagi beban bangunan yang ada di sekitarnya.

Syaiful (26) salah seorang warga sekitar menjelaskan, jika kejadian ambrolnya plengsengan tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 wib. Ia yang saat itu berada di dalam rumah sempat dikagetkan dengan suara gemuruh.

Karena penasaran dengan asal suara tersebut, ia kemudian melihat keluar dan mendapati plengsengan di depan rumahnya yang berjarak kurang lebih sekitar 5 meter dari rumahnya ambrol ke dasar sungai yang memiliki ketinggian kurang lebih 12 meter dari atas bangunan plengsengannya.

"Ya persis depan rumah. Awalnya ada suara gemuruh seperti gempa, saya lihat ternyata plengsengannya ambrol," bebernya

Mengetahui hal itu, ia sempat merasa takut jika ambrolnya plengsengan tersebut akan merambat ke rumahnya. Saat itu juga ia   menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.

"Ya  sempat mau menyelamatkan diri, takutnya ambrolnya merembet sampai ke rumah. Saat itu untungnya juga nggak ada orang atau anak kecil yang ada disekitar lokasi," jelasnya.

Sementara itu, akibat longsornya plengsengan tersebut, juga membuat kerusakan beberapa bangunan warga, seperti kamar mandi, gudang maupun kandang ayam.

Pihak kelurahan, kecamatan maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang juga sudah menuju lokasi memasang garis untuk memberikan pengamanan agar warga sekitar tidak mendekati lokasi yang rawan kembali ambrol.