Bupati Malang Sanusi dan Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto di acara Gema Desa. (Humas Pemkab Malang)
Bupati Malang Sanusi dan Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto di acara Gema Desa. (Humas Pemkab Malang)

Percepatan penuntasan amanah pembangunan dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Malang hingga awal 2021. Jadi, fokus Bupati Malang Sanusi di tengah waktunya menjabat yang semakin pendek.

Selain adanya perhelatan Pilkada 2020 yang akan menghabiskan waktu sampai September depan dan Sanusi yang maju di dalamnya, waktu pencapaian RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) semakin tipis saja. 
Padahal, terbilang cukup banyak pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang hingga awal 2021. Misalnya program prioritas pengentasan kemiskinan yang  tahun 2019 lalu masih bercokol di angka 10,37 persen atau sekitar 268.490 jiwa.

Kondisi inilah yang membuat Sanusi pun bergerak cepat dalam upaya menggenjot berbagai program prioritas di masa jabatannya yang semakin pendek. Sebelas  desa di satu wilayah kecamatan pun didatanginya dalam satu hari untuk mempercepat dan memastikan bahwa pembangunan yang jadi konsen Pemkab Malang benar-benar berjalan. Yakni di wilayah Tumpang yang sejak beberapa tahun lalu direncanakan menjadi lokasi Badan Otorita Pariwisata Bromo Tengger Semeru (BOP BTS).

"Roda pemerintahan perlu digenjot untuk memastikan seluruh program sesuai dengan amanah RPJMD yang selesai awal tahun 2021," ucap Sanusi terkait kunjungannya ke-11 desa dalam satu hari di acara Gema Desa di Kecamatan Tumpang, beberapa waktu lalu.

Calon bupati dari PDI Perjuangan ini pun memilih pola kunjungan untuk mencapai target itu. Acara Gema Desa yang biasanya dilakukan setiap bulan pun diubah durasinya sesuai dengan pemetaan dalam percepatan progres pembangunan yang diamanahkan dalam RPJMD. 

Ini terlihat pada Februari 2020. Dalam rentang satu hari Gema Desa digelar di wilayah Singosari, keesokan harinya dilanjutkan di wilayah Tumpang dengan kunjungan ke-11 desa sekaligus.

Maksimalisasi setiap acara pemerintahan itu pun ternyata gayung bersambut. Warga pun secara antusias menyambut percepatan pembangunan yang dilakukan Pemkab Malang. "Antusias warga pun luar biasa. Ini modal besar dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Malang. Karena keberhasilan pembangunan tak bisa hanya dari pemerintah," ujar Sanusi.

Orang nomor satu di Kabupaten Malang yang didampingi Ketua DPRD Didik Gatot Subroto ini pun memaparkan beberapa hal yang membuatnya cukup bernapas lega.  Di Tumpang, misalnya,  antusiasme dan pembangunan di berbagai sektor prioritas Kabupaten Malang ke depannya bisa menjadi wilayah tumpuan pariwisata nasional. Hal ini sesuai dengan strategi optimalisasi pariwisata yang digenjot oleh Pemkab Malang.

Tak hanya itu. Tumpang pun diprioritaskan menjadi kecamatan maju di sektor pertanian dan lainnya. Satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan intensifnya Pemkab Malang melakukan berbagai pendampingan serta dukungan pembangunan lintas OPD.

"Cara memastikan dan mengawalnya ya dengan acara-acara seperti gema desa ini. Hingga kami bisa fokus memberikan bantuan pembangunan yang nyata di wilayah," ujar Sanusi yang mencontohkan berbagai potensi yang ada di Tumpang.

Lembah Tumpang, Museum Panji Desa Slamet, Sumber Suko dan Wringin Songo, Sanggar Cokro Buwono yang indah, pasar desa serta potensi lainnya menjadi modal besar untuk dikembangkan dan jadi bagian ikon Kabupaten Malang.

"Warga antusias membangun desanya. Maka pemkab tentunya harus lebih lagi. Karena itu, saya mengimbau seluruh OPD juga bahu-membahu mempercepat pembangunan sesuai strategi yang telah diamanahkan," tandasnya.