Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES)

Rupa-rupanya, berkaitan dengan tingkat disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Ya, Wali Kota Malang Sutiaji secara khusus membuat 'rompi hitam' yang bakal dipakai ASN berkinerja buruk.

Progran ini dalam waktu dekat akan dijalankan, tepatnya mulai bulan Maret 2020 mendatang. Saat ini, sebanyak 1.000 rompi hitam telah selesai dijahit dan siap untuk dikenakan oleh ASN dan Perangkat Daerah (PD) yang berani bertindak nakal.

"Iya, rompinya sudah jadi. Bulan depan segera kita terapkan," kata Sutiaji.

Dijelaskannya, punishment dengan memakaikan rompi hitam ini selain sebagai penanda kinerja juga sebagai salah satu bentuk motivasi untuk meningkatkan kinerja ASN Pemkot Malang. Objek sasarannya seperti, ASN yang sering telat ngantor atau telat rapat.

Penggunaan dari rompi itu sendiri harus dikenakan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, mulai dari apel pagi atau upacara hingga aktivitas kerja harian. Sehingga ASN lain dapat mengetahui jenis hukuman yang diberikan tersebut.

Bahkan, politisi Demokrat ini menyebut untuk penerapan rompi hitam ini juga akan diawasi dengan melibatkan petugas Satpol PP. Mereka akan mengawasi setiap ASN yang nakal saat memakai rompi tersebut di waktu bekerja.

"Nanti ada Satpol PP yang ikut mengawasi. Semisal ketika di ruangan itu punishmentnya harus pakai rompi selama jam kerja," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, desain dari rompi hitam ini juga akan ada bubuhan tulisan motivasi. Yang mana, hal itu disesuaikan dengan hukuman ASN yang melanggar aturan. Seperti, kalimat 'serapan rendah' hingga kalimat 'datang terlambat'.