Wali Kota Malang Sutiaji (blankon hitam) bersama Waki Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (blankon batik) saat melakukan pembayaran SPPT PBB di Launching Launching SPPT PBB, Gebyar Panutan Pajak 2020 (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (blankon hitam) bersama Waki Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (blankon batik) saat melakukan pembayaran SPPT PBB di Launching Launching SPPT PBB, Gebyar Panutan Pajak 2020 (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Berbagai upaya dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Apalagi, hari ini (Kamis, 27/2) telah digelar launching Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Gebyar Panutan Pajak 2020.

Acara yang dikemas menarik di Hall Kartini Imperial Building, Jl Tangkuban Perahu No 1 Malang ini menampilkan bahasa walikan khas Malangan. 

Kemudian ada aksi robotic digital hingga penampilan dari Kepala Bapenda Kota Malang Ade Herawanto dan Wali Kota Malang Sutiaji yang turut menyumbang lagu.

Kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan PAD di Kota Malang, dengan mengajak masyarakat ikut gerakan sadar pajak.

Stan pelayanan pembayaran pajak ikut dilaksanakan. 

Sehingga, para tamu undangan beserta jajaran pejabat Pemkot Malang ikut serta melaksanakan pembayaran pajak SPPT.

"Upaya banyak (meningkatkan PAD), dalam rencana aksi plan kami terbagi dalam beberapa program. Intinya gerakan sadar pajak, dan harus optimis (penuhi target PAD tahun ini)," ujar Kepala Bapenda Kota Malang, Ade Herawanto.

Gerakan sadar pajak yang telah dilakukan Bapenda disebutkannya, peningkatan kepatuhan terhadap kesadaran wajib pajak, penggunaan teknologi IT untuk pelayanan pajak, sosialisasi dan masih banyak lainnya.

"Ini juga dikerjakan bersama stakeholder terkait, istilahnya pentahelix (akademisi, bussines, community, government, media). Semua cara yang halal dan sesuai aturan akan kami lakukan untuk memenuhi target," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang yang melaunching langsung menyatakan kegiatan ini menjadi komponen kecil untuk meningkatkan potensi PAD yang ditargetkan bisa mencapai sekitar Rp 800 miliar dan diharapkan bisa terpenuhi.

"Ini kan menjadi komponen terkecil, dari potensi saat ini yang kurang lebih Rp 50 an miliar dari target Rp 800 an miliar. Ini bagian yang tidak bisa dipisahkan dari akumulasi pendapatan kita, maka bagaimana menguatkan itu salah satunya di PBB," terangnya.

Launching kali ini juga sekaligus sebagai penanda dimulainya lomba karya jurnalistik yang digelar Bapenda Kota Malang. 

Politisi Demokrat ini menyebut lomba ini menjadi bagian dari gerakan pentahelix yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Yang mana, melalui lomba tersebut media menjadi salah satu sarana untuk mengajak dan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk wajib pajak (WP). 

"Pentahelix itu kan salah satunya dengan media, ini bagaimana nanti media mampu menyadarkan masysrakat untuk wajib pajak, bahwa pajak menjadi kontributor pertama pendapatan kita. Karena hasil PAD nanti juga akan dikembalikan kepada mereka, untuk pembangunan, dan lainnya," tandasnya.

Dalam launching SPPT PBB 2020 ini juga dilakukan Penandatanganan MoU dan PKS dengan Stakeholder terkait, seperti Ditjen Pajak Jatim III, pihak Perbankan, Kejaksaan Negeri Kota Malang dan yang lainnya.