Salah satu rumah warga yang disulap menjadi pojok literasi di Kampung Ramah Anak Desa Punten Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu rumah warga yang disulap menjadi pojok literasi di Kampung Ramah Anak Desa Punten Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Kampung Ramah Anak Desa Punten Kecamatan Bumiaji sudah berdiri selama beberapa tahun terakhir. 

Di sana rumah-rumah warga merupakan tempat terbuka bagi anak-anak untuk bermain dan belajar dengan asyik.

Jika Kampung Ramah Anak sudah terlihat mural berwarna-warni. 

Ya memasuki kawasan ini Anda akan melihat jalan dengan hiasan lukisan permainan engklek.

Lalu di dalam lukisan engklek itu diberi angka 1 hingga 10. Ini adalah salah satu cara membuat anak-anak bermain sambil menghafalkan angka. 

Di sisi lain ada lukisan arah mata angin utara, selatan, barat, dan timur. 

Tujuannya agar anak-anak mudah memahami arah mata angin sambil bermain. 

Selain itu, di sana terdapat kolam ikan yang cukup besar dan panjang. Tetapi itu hanyalah sekadar lukisan tiga dimensi yang digambar di jalan. 

Lalu ada juga gambar tokoh kartun seperti Pooh, Doraemon, dan Hello Kitty. Ada pula superhero yakni Spiderman yang cukup bedar di tembok warga.

Ketua Forum Anak Angkasa Junior Desa Punten Dina Apriliasari mengatakan, kampung ini disebut dengan kampung ramah anak yang dibuat bertujuan untuk menciptakan kembali “lahan yang hilang” untuk anak. 

Tujuannya agar anak-anak bisa betah di kampungnya sendiri.

“Forum anak bersama masyarakat buat ini supaya anak-anak punya tempat bermain lagi. Karena menang lahan kami di sini dengan pemukiman, tapi kami buat bagimana caranya agar bisa membuat lahan anak. Ya dengan cara seperti ini,” ungkapnya.

Namun, pembuatan mural ini dikemas dengan lukisan tetapi tidak asal-asalan, tetapi juga bermanfaat untuk menambah ilmu anak-anak.

Selain itu, mural yang dilukis menggunakan cat sehingga mudah luntur. 

Karena itu, warga setempat rutin gotong royong setiap tiga bulan sekali untuk melukis ulang mural tersebut agar lebih indah dan berwarna.

“Jadi, setiap 3 bulan sekali di sini diperbarui. Ya supaya baru lagi dan indah,” jelas Dina.

Selain itu, ternyata kampung ramah anak ini sering jadi jujukan dari berbagai daerah. Salah satunya untuk melakukan studi banding. 

Tidak hanya itu. Kampung ini juga sudah mencuri perhatian juri dalam sebuah perlombaan. 

Mereka telah meraih prestasi pada akhir tahun 2017 silam dengan meriah kategori terinsipiratif dalam kegiatan Forum Anak Nasional. 

“Iya terkadang kami juga menerima kunjungan untuk studi banding di sini. Dan Alhamdulillah, meski masih baru, juga meraih prestasi,” tambahnya.

Selain itu di sana juga terdapat taman bermain ramah anak, pojok literasi, rumah kreasi anak berbasis budaya, hingga kolam ikan yang semuanya khusus dihadirkan untuk anak-anak. 

Sementara itu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati menambahkan, dengan demikian akan menguranigi anak untuk bermain gadget. 

“Melihat anak-anak saat ini tidak bisa lepas dari itu,” katanya.

Sehingga hadirnya kampung ramah anak itu bisa menjadi percontohan di daerah lainnya.

Komitmen masyarakat memberikan area bermain khusus anak-anak.