Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Memasuki musim penghujan warga Kota Malang sepertinya tak hanya waspada banjir dan tanah longsor. 

Pasalnya, kondisi jalan juga terkena imbas akibat dari hujan yang terus menerus berlangsung setiap hari sejak awal tahun 2020 ini.

Ya, beberapa kerusakan jalan itu sudah banyak ditemui di kawasan Kota Malang bagian timur atau wilayah Kecamatan Kedungkandang.

Seperti, daerah Cemorokandang hingga Jl Mayjend Sungkono banyak jalan yang bolong-bolong.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, proses perbaikan di tahun 2020 sebetulnya telah digarap. 

Sayangnya, perbaikan tersebut memang belum bisa total.

Ia menyebut, untuk beberapa wilayah memang masih menunggu proses tender selesai. 

Barulah, perbaikan jalan akan bisa dilakukan.

Artinya, sementara ini masyarakat yang kerap melalui kawasan jalan tersebut harus bersabar dulu untuk menikmati jalanan tanpa gangguan.

"Tunggu tender (untuk perbaikan jalan). Anggaran kita kecil, itu kan insidentil hanya sekitar Rp 3,5 Miliar. Sabar dulu, sebentar ya," ujarnya.

Dijelaskannya, beberapa jalan yang masih akan dibenahi setelah proses tender selesai yakni, di wilayah Cemorokandang, Buring, Jl Mayjend Sungkono, Jl KH Malik Dalam, Candi Mendut, Candi Panggung dan yang lainnya. 

Pria yang akrab disapa Soni ini menambahkan, beberapa wilayah yang sudah mulai rusak jalannya itu disebabkan karena lapisan struktur tanah yang mengalami perubahan.

"Sudah ngobrol sama pakar, memang ada struktur tanah yang berubah. Nanti kami perbaiki," imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya saat ini sudah memperbaiki beberapa jalan yang mengalami kerusakan. 

Seperti di sisi selatan Jl Mayjend Sungkono dan Jl Danau Toba Sawojajar. Yaitu, sementara dengan melakukan penambalan saja.

"Sudah banyak yang kami benahi, sudah di tambal-tambal yang itu (Mayjen Sungkono dan Danau Toba). Jadi, kan anggaran itu triwulan (setiap tiga bulanan). Dari pagu kami hanya 10 persen katakanlah. Dan itu harus dihabiskan dulu," tandasnya.