Nurbani Yusuf
Nurbani Yusuf

Jika Anda terus mengeluh dan selalu menyalahkan keadaan, mungkin hati Anda bermasalah, perlu direparasi.

Sebagian mengeluhkan para pemimpin yang kebingungan tak tahu harus berbuat apa, bisanya hanya koordinasi dan tidak menghasilkan apapun selain masalah baru, soal baru, dan kebingungan baru. Para agamawan sibuk cari pembenaran untuk menyalahkan kondisi yang terus rusak tanpa solusi.

Pada Bagian lain Yahudi dijadikan sansak kambing hitam sebagai produsen virus celaka. Tak tahu kenapa Tuhan mendesain pasukan pendemi ini kecil tidak terlihat dan gampang beranak-pinak.

Tapi jangan remehkan, meski kecil membingungkan banyak orang, sebab senjata apapun tak mempan. Mau ditembak pakai rudal, ia terlalu kecil. Mau dibunuh pakai racun takut semuanya mati. Jutaan pasukan tempurpun tak berguna. Lalu untuk apa pesawat tempur super canggih dibuat, senjata nuklir dipamerkan, intelegen disebar jika lawan pasukan korona saja tak bisa.

Korona virus ini membuat kita semua jadi bodoh. Lantas untuk apa kurikulum pendikan dibuat baru setiap ganti menteri? Kalau hanya hasilkan manusia gagal yang gagap jinakkan korona. Grudag-grudug ikut sana ikut sini lantas ketawa sendirian, mentertawakan kebodohan kita. Bahkan sekelas guru besarpun terpaksa harus mengaku bodoh sebab ikutan melakukan hal-hal bodoh di luar nalar.

Jadi apa yang harus kita lakukan, realitasnya tak banyak yang bisa ambil hikmah dari musibah ini. Kita tetap saja angkuh sombong dan merasa paling hebat. Manusia memang diciptakan untuk sibuk dan mengeluh. Merasa pintar padahal sesunguhnya bodoh alias dungu.

Lantas ada yang suka sebar berita buruk agar kaum mukminin resah dan takut: “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang amat keji itu tersebar di kalangan orang-orang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat (An-Nur:19).

Maka berdiam dirilah di rumah, gak usah sekolah, gak perlu bekerja, itikaf: merenung, membaca kitab, banyak istighfar dan banyak bersedekah. Inilah masa peribadatan, saatnya pertobatan agar kita menjadi bersih. Bersih hati, bersih pikiran dan keluar menjadi manusia.

@nurhaniyusuf 
Komunitas Padhang Makhsyar