Salah satu lapak di Pasar Besar Kota Madiun
Salah satu lapak di Pasar Besar Kota Madiun

Berbagai upaya pencegahan penularan Virus Korona berdampak terhadap mata pencaharian masyarakat. Di minggu ke 4 setelah wabah memasuki indonesia Khususnya dikota Madiun, upaya kebijakan pemerintah kota bagi para pekerja informal seperti pedagang kaki lima (PKL) terus dilakukan. Untuk menghindari penularan, banyak PKL terpaksa menutup lapaknya. Sehingga, berdampak pada pemasukan.

Karena itu, Wali Kota Madiun Maidi menerapkan kebijakan khusus. Yakni, memberikan kelonggaran bagi PKL untuk tetap berjualan di pagi hari. ‘’PKL bisa jualan mulai pagi sampai jam 10. Jadi, kebutuhan masyarakat untuk mencari pangan tetap terpenuhi,’’ tuturnya saat menggelar patroli evaluasi, pada Sabtu (28/3) yang lalu.

Rupanya upaya yang dilakukan wali kota madiun tidak berhenti begitu saja. Maidi layak diacungi jempol karena hingga kini perdagangan tetap bisa beroperasi di pasar besar Madiun. Pantauan madiun times hari ini, senin  30/03/2020 pada sejumlah pedagang sangat menggembirakan terutama di saat beberapa kota lain melaksanakan penutupan akses di beberapa sektor terutama perdagangan, Madiun masih dapat mempertahankan sisi perekonomian dengan masih berjalannya perdagangan di pasar besar Madiun.

lonjakan harga yang biasanya melangit menjelang ramadan tidak terjadi di sini. "Harga beras hingga sekarang masih Rp10 ribu, minyak curah dari harga Rp10 ribu jadi Rp 11 ribu, hanya harga kacang yang tingkat kenaikannya lebih banyak dari Rp 25 ribu menjadi Rp 27 ribu adapun kebutuhan pokok lainnya masih sama," ujar yudi salah seeorang pedagang kebutuhan pokok di pasar besar.

Meski begitu, tingkat penurunannya memang sangat signifikan hampir mencapai 50 persen. "Masih beruntung saya bisa kulakan di sini, di pasar sambirejo sudah tidak buka," ujar bu sariyem salah seorang pedagang lapak di pasar sambirejo magetan.

Pemerintah kota tetap mengawasi prosedur pencegahan Korona yang tampak tetap dipatuhinya prosedur pencegahan yaitu semua pedagang dan pembeli harus mengenakan masker. Selain itu, jarak antar pembeli juga wajib diperhatikan. Tidak boleh berdekatan.

Setelah berbelanja, pembeli juga harus segera pulang ke rumah.

Kebijakan ini, menurut wali kota, juga berlaku bagi pedagang sayur keliling. Saat ini, pemkot belum memberikan batasan masuk kota bagi pedagang termasuk pedagang sayur keliling dari luar daerah. Meski begitu, sebelum masuk pasar mereka wajib disemprot desinfektan. Begitu pula dengan gerobaknya.

‘’Pasar tetap buka untuk menyediakan kebutuhan masyarakat. Setelah jam 10 harus sudah bersih, semua pulang ke rumah,’’ tegasnya.

Maidi juga berharap, wabah Korona bisa segera berlalu. Khususnya, di Kota Madiun. Sehingga, perekonomian masyarakat bisa kembali seperti sedia kala. ‘’Mohon tetap di rumah, jaga kesehatan, hindari kerumunan, dan tidak pergi ke luar kota. Apalagi, ke zona merah Korona,’’ tandasnya.