Beberapa pelanggan dan pemandu lagu saat terkena razia petugas / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES
Beberapa pelanggan dan pemandu lagu saat terkena razia petugas / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

Ngeyel membuka warung kopi plus karaoke, pasangan suami istri berinitial AFN (29) dan WN (41) pemilik Warkop Bintang di Desa Kepuh Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung digelandang petugas. Alasan petugas membawa mereka, karena saat razia menemukan beberapa pelanggan dan dua pemandu lagu dalam warung yang buka seperti sebelum situasi virus corona mewabah.

"Kita bawa dua orang ini, mereka pemilik warung. Sedangkan bagi pemandu lagu dan pelanggan yang datang kita berikan teguran dan pembinaan," kata Ipda Sugeng Haryono, Kanit Reskrim Polsek Boyolangu, Rabu (01/04) sore.

Razia mendadak yang dilakukan menurutnya karena ada laporan dari masyarakat, di tengah kondisi pencegahan penularan Corona masih saja ada warung yang memaksa buka.

"Tindakan pada pemilik ini, nanti silakan ditanyakan ke Kapolsek," ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Boyolangu AKP Sukirno membenarkan telah mengamankan pasutri pemilik warung Bintang karena ketahuan tetap membuka warung kopi dan karaoke di tengah kecemasan masyarakat terhadap virus corona.

"Kita bawa kedua pemilik ini ke Polsek, kita sudah sampaikan agar mematuhi surat edaran agar sementara waktu menutup usahanya. Namun, rupanya tetap membuka warung yang berpotensi menjadi tempat kerumunan orang," ungkap Sukirno.

Pihaknya memberikan teguran keras sekaligus meminta agar pemilik warung yakni AFN dan WN membuat surat pernyataan untuk tidak lagi membuka warung miliknya.

"Sejak awal warung itu bermasalah, banyak warga yang tidak setuju. Bahkan pemerintah desa (Kepuh) informasinya tidak memberi ijin," papar Kapolsek.

Tidak hanya membuat pernyataan, Kapolsek dengan tegas miminta agar warung yang menyediakan karaoke itu tutup dan memulangkan pemandu lagu hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

"Kita minta tutup, para pelanggan pulang dan karyawan yang bekerja juga dipulangkan," tegasnya.

Jika dikemudian hari masih membandel, pihaknya akan mengenakan Pasal 212 KUHP yang berbunyi barangsiapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang melaksanakan tugas, bisa dipidana.