Grafik jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Malang (www.satgascovid-19.malangkab.go.id)
Grafik jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Malang (www.satgascovid-19.malangkab.go.id)

Kabar tak baik menyeruak lagi terkait sebaran virus Covid-19 di Kabupaten Malang. Khususnya pasien yang terkonfirmasi positif yang beberapa pekan stagnan di angka 5 kasus. Dengan rincian 1 meninggal dunia dan 4 pasien positif dinyatakan sembuh.

Angka kasus itu hingga Senin (6/4/2020) masih terlihat di laman satgas covid-19.malangkab.go.id per tanggal 5 April 2020.

Padahal, dari informasi Provinsi Jawa Timur (Jatim), data pasien positif Covid-19 telah bertambah 3 orang. Sehingga jumlah kumulatifnya jadi 8 orang per 5 April 2020 kemarin.

Hal itu pun tak ditampik oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo. Dirinya menyebut, data yang disampaikan oleh Provinsi Jatim memang lebih cepat dibandingkan dengan tingkat kabupaten.

"Hasil swab tes, provinsi lebih dahulu mendapat data dari Litbangkes dan BTKL. Sehingga data konfirmasi provinsi mendahului kita," ucapnya terkait hal tersebut.

Informasi bertambahnya pasien positif Covid-19 di Kabupaten Malang ini pula yang membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, terus mengupayakan penguatan social distancing dan physical distancing di berbagai wilayah perkotaan dan perdesaan.

Data laman satgascovid-19.malangkab.go.id hingga hari ini, masih menampilkan data lama. Yakni, orang dalam risiko (ODR) 471, orang dalam pemantauan (ODP 131), pasien dalam pengawasan (PDP) 52 dengan rincian dirawat sebanyak 2, dirawat di rumah (1) dan sehat 30 orang.

Sedangkan pasien terkonfirmasi masih dicatat 5 orang sampai saat ini. Dengan rincian 1 meninggal dunia dan 4 dinyatakan sembuh.
Persoalan data pasien Covid-19 memang menjadi dilema di tengah masyarakat. Pun, dimungkinkan dengan pemerintah yang juga banyak disorot banyak kalangan pun negara lainnya. Bahwa, ada 'tuduhan' data terkait pasien Covid-19 tak diinformasikan secara nyata.

Satu sisi, di masyarakat informasi Covid-19, sebagian menyampaikan agar pemerintah membuka secara terang dan sesuai kondisi. Seperti yang dinyatakan oleh Zulaikah warga di wilayah Malang Selatan.

"Dibuka saja biar kita bisa lebih waspada. Daripada ditutupi malah berbahaya karena kita akhirnya tak tahu daerah mana yang merah," ujarnya.