Jajaran Forkopimda Jember saat menggelar Tactical Floor Game Sispamkota di halaman Mapolres Jember. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Jajaran Forkopimda Jember saat menggelar Tactical Floor Game Sispamkota di halaman Mapolres Jember. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Jember mulai mempersiapkan diri jika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan pemerintah dalam penanganan penyebaran covid-19. Jajaran Polres Jember bersama dengan Forkopimda  Jember menyiapkan diri dengan menggelar Tactical Floor Game (TFG) Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota).

Bertempat di halaman Mapolres Jember, rapat koordinasi sispamkota digelar di bawah sinar matahari dengan dihadiri sejumlah pimpinan instansi terkait yang ada di Jember. Di antaranya kapolres, bupati, danbrigif 9, serta perwakilan rumah sakit, dan pemadam kebakatan (damkar).

“Simulasi sispamkota ini dilakukan untuk mengantisipasi jika PSBB diberlakukan di Kabupaten Jember. Hal ini diperlukan dikarenakan tidak menutup kemungkinan dampak PSBB akan berpengaruh besar terhadap masyarakat. Hal yang paling memungkinkan adalah dampak ekonomi,” ujar Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Wakapolres Kompol Wendy Saputra Selasa (7/4/2020) usai menggelar rapat.

Wakapolres menambahkan, sispamkota diberlakukan jika keadaan terburuk terjadi ketika penerapan PSBB akibat dari dampak covid-19. “Dengan sispamkota, kita bisa mengantisipasi kemungkinan adanya pergerakan yang ingin membuat chaos dalam segala kondisi di wilayah hukum Polres Jember, terutama adanya penjarahan yang dimungkinkan terjadi. Makanya kami siapkan sejak dini untuk antisipasinya,” ujarnya.

Bupati Jember dr Faida MMR yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, selama masyarakat Jember mematuhi protokol kesehatan, pihaknya yakin Kabupaten Jember akan tetap kondusif jika sispamkota diberlakukan.

“Saat ini jumlah ODR, ODP, PDP serta yang sudah confirm positif covid-19 di Kabupaten Jember sudah melandai. Dalam arti tidak ada tambahan yang signifikan. Saya berharap jumlahnya semakin menurun dan situasi seperti ini tetap stabil dan kondusif sehingga tidak sampai memberlakukan sispamkota,” ujar bupati.

Agar sispamkota ini tidak sampai diterapkan di Kabupaten Jember, bupati mengimbau agar warga Jember yang saat ini berada di daerah zona merah sementara waktu menahan diri untuk tidak mudik. “Kami sudah memberikan imbauan dan rambu-rambu di lima pintu masuk Kabupaten Jember. Jika ada yang ODR dari daerah zona merah, harus menjalani Isolasi terlebih dahulu di JSG selama 14 hari,” beber bupati.

Dalam penerapan sispamkota, ribuan personel gabungan dengan di-backup satuan samping seperti Kodim 0824 Jember, Brigif 9 Jember, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan, para personel tersebut akan disiagakan di sejumlah pintu masuk kota Jember. Jumlah rata-rata personel per pos pintu masuk  20-25 orang.