Petugas gabungan saat mengevakuasi jenazah korban yang tenggelam di kawasan perairan pantai sipelot (Foto : Istimewa)
Petugas gabungan saat mengevakuasi jenazah korban yang tenggelam di kawasan perairan pantai sipelot (Foto : Istimewa)

Pencari kerang yang hanyut terbawa ombak di Teluk Kletakan di kawasan Pantai Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang ternyata tidak bisa berenang.

Fakta tersebut mencuat setelah pihak kepolisian dari Polsek Tirtoyudo melakukan penyelidikan. Dari keterangan beberapa saksi yang dihimpun polisi, menyatakan jika korban ini tidak mahir berenang.

”Korban ini kesehariannya memang mencari kerang, di pinggiran pantai. Tapi dia ternyata tidak bisa berenang, jadi pas jatuh dari tebing tubuhnya langsung terseret arus,” kata Kapolsek Tirtoyudo, AKP Lukman Hudin, Kamis (9/4/2020).

Seperti yang sudah diberitakan, Rabu (8/4/2020) siang sekitar pukul 13.00 WIB korban yang bernama Tukimin warga asli Dusun Jetis, Desa Mukiran, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang pamit kepada istrinya untuk mencari kerang.

Mengetahui jika keseharian suaminya memang mencari kerang, sang istri yang bernama Sri Wahyuni akhirkan mengizinkan korban untuk pergi ke kawasan Pantai Sipelot.

Setibanya di pantai yang terletak di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang tersebut, korban bergegas memarkirkan sepeda motornya sebelum akhirnya pergi ke bibir pantai Sipelot. ”Sebelum pergi ke lokasi kejadian, korban sempat berbapasan dengan tetangganya dan sempat bertegur sapa,” ucap Kapolsek Tirtoyudo.

Siapa sangka, obrolan tersebut ternyata menjadi saat terakhir bagi tetangganya yang bernama Dwi untuk bisa ketemu dengan korban. Pasalnya, tidak lama setelah pertemuan itu, pria 48 tahun tersebut diketahui terjatuh ke dalam perairan pantai sipelot.

”Ketika mengetahui korban terjatuh, tetangga korban dan kedua saksi lainnya yang mengetahui jika korban tidak bisa berenang bergegas menyelamatkannya,” sambung Lukman.

Selain Dwi, dua orang saksi yang berupaya berenang menyelamatkan korban itu diketahui bernama Welas dan Tono. ”Ketiga saksi sempat mencari korban selama beberapa jam, namun aksi pencariannya terhenti karena ombaknya semakin besar,” jelas Kapolsek Tirtoyudo.

Sekitar 2,5 jam kemudian, kejadian inipun akhirnya dilaporkan oleh para saksi ke keluarga korban sebelum akhirnya dilanjutkan ke perangkat desa setempat. Mendapat laporan, petugas gabungan dari PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, anggota Polri dan TNI, serta beberapa relawan diterjunkan ke lokasi kejadian.

Namun sesaat setelah kejadian, petugas gabungan yang melakukan pencarian tak kunjung menemukan keberadaan korban. Hingga akhirnya pada hari Rabu (8/4/2020) sekitar pukul 19.25 WIB proses pencarian terpaksa dihentikan.

Keesokan harinya, Kamis (9/4/2020) sekitar pukul 10.58 WIB petugas gabungan yang dikerahkan berhasil menemukan jenazah korban. Jasad pria 48 tahun itu ditemukan oleh dua orang penyelam yakni Nur dan Tukiyo, di sekitar lokasi tenggelamnya korban pada kedalaman sekitar 30 meter.

”Tubuh korban ditemukan tersangkut di dasar karang dalam kondisi meninggal dunia. Pihak keluarga menolak dilakukannya autopsi pada korban. Jenazah dimakamkan sekitar pukul 14.00 WIB di pemakaman umum Desa Pujiharjo,” tutup Kapolsek Tirtoyudo dengan pangkat tiga balok di bahu ini.