(Foto:Istimewa)
(Foto:Istimewa)

Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, membentuk posko covid-19 di tingkat kelurahan. Tujuannya memudahkan pemantauan penyebaran penyakit menular tersebut di wilayah setempat.

"Posko covid-19 tingkat kelurahan beroperasi sejak Senin (13/4). Posko itu bertujuan memantau dan memetakan jumlah orang dengan risiko (ODR), orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP) di wilayah masing-masing kelurahan di Kota Madiun," kata Wali Kota Madiun Maidi di sela-sela kegiatan memantau posko covid-19 di berbagai kelurahan di wilayah Kota Madiun, Selasa.

Wali kota  menyampaikan,  adanya posko tersebut akan memudahkan pemkot dalam melakukan pengawasan dan tindakan terhadap rumah yang di dalamnya terdapat orang-orang dengan status ODR, ODP, dan PDP. "Kalau misalnya ada ODR, terutama yang datang dari wilayah zona merah, rumahnya akan kami semprot disinfektan. Kami juga akan cek, beri tanda, lalu disemprot secara rutin," jelasnya.

Selain itu, pemkot nantinya akan memberikan tanda berupa stiker di rumah orang yang berstatus ODR tersebut. Pemasangan stiker bukan untuk memunculkan stigma bagi mereka yang berstatus ODR, melainkan agar warga yang berstatus ODR bisa melaksanakan karantina mandiri. Sedangkan warga di sekitarnya membantu proses karantina tersebut.

"Kalau ada yang sedang karantina mandiri, warga lainnya ikut membantu. Kalau bisa, ikut menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan orang-orang yang sedang dikarantina itu. Bukan malah dijauhi," tandasnya.

Maidi berharap masyarakat Kota Madiun yang masih berada di luar daerah untuk tidak pulang atau mudik dulu saat Lebaran nanti. Jika sudah terlanjur pulang, wali kota meminta para pemangku kepentingan di masing-masing RT, RW, dan kelurahan melaporkan jika  ada warga pendatang.

Selanjutnya, yang bersangkutan wajib melakukan karantina mandiri. Seperti yang telah diketahui, pemkot telah menyediakan tempat karantina mandiri bagi pemudik. Yakni di asrama haji, gedung diklat, dan guest house. Isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari.

"Upaya-upaya tersebut dilakukan dalam rangka mempertahankan Kota Madiun tetap zero positif  covid-19," kata Maidi.