Kasi Bimas Islam Agus Burhani. (Foto:Madiuntimes)
Kasi Bimas Islam Agus Burhani. (Foto:Madiuntimes)

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 selama bulan ramadan, Kementerian Agama telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H/2020 M di tengah Pandemi Covid-19.

Menyikapi hal tersebut pada hari Selasa (14/04) bertempat di Ruang Tiga Belas Pemerintah Kota Madiun, Kakankemenag Kota Madiun Munir didampingi Kasi Bimas Islam Agus Burhani bersama Pemerintah Kota Madiun, MUI dan unsur TNI/Polri serta Dinas Kesehatan, melaksanakan rapat pembahasan pelaksanaan ibadah selama bulan ramadan dan idul fitri.

Dengan melihat penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Madiun yang terkendali dan sampai saat ini zero positif Covid-19, dan dalam kondisi lingkungan yang memungkinkan maka pelaksanaan ibadah sholat taraweh bisa dilaksanakan di musala atau masjid di wilayah Kota Madiun. 

Namun, tetap menaati dan menjalankan protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menyempurnakan tata cara wudhu, membawa sajadah sendiri, menjaga jarak shaf antar jamaah dan tidak saling bersalaman).

Sedangkan untuk kegiatan sahur keliling, buka puasa bersama, tadarus Al-Qur’an, qiyamul lail, pawai obor, takbir keliling, peringatan nuzulul Qur’an dan halal bihalal serta kegiatan yang mengumpulkan banyak orang ditiadakan.

Seperti diketahui bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengimbau agar seluruh umat Islam melaksanakan ibadah di rumah selama Bulan Suci Ramadan, sekaligus mengurangi risiko penularan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

Sementara untuk penentuan awal puasa tanggal 1 ramadan dan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H/2020 M menunggu hasil isbat yang diselenggarakan oleh kementerian Agama RI.