Salah satu warung kopi yang masih buka di Kota Madiun, Selasa (28/4/2020) malam.
Salah satu warung kopi yang masih buka di Kota Madiun, Selasa (28/4/2020) malam.

Keberadaan patroli gabungan TGT-PP Kota Madiun masih belum efektif mencegah kerumunan massa, terutama di malam hari. 

Pasalnya, masih banyak warung kopi di pusat-pusat tongkrongan anak muda Madiun yang buka. 

Mereka seolah kucing-kucingan dengan petugas, yakni tutup ketika ada patroli dan kembali buka saat petugas berlalu. 

Para pemuda pun terpantau masih banyak yang nongkrong lebih dari 5 orang di satu lokasi, tanpa memperhatikan pembatasan jarak fisik atau physical distancing. 

Selain itu, masih banyak masyarakat yang tetap nongkrong di warung pinggir jalan, tetap tidak menggunakan masker. 

Padahal, kesadaran dari diri sendirilah yang secara tidak langsung membantu menekan risiko penyebaran penyakit Covid-19.

Para pemilik warung juga menyadari bahwa penyebaran penyakit Covid-19 tidak boleh disepelekan. 

Akan tetapi, mereka berdalih bahwa kebutuhan dapur terus berjalan. Sehingga, mau tidak mau, pemilik warung dan angkringan tetap harus buka agar mendapatkan pemasukan.

Nando salah satunya, sebagai anak yang masih berumur 18 th, dia mengaku ingin meringankan beban orang tua dengan membuka warung angkringan di Jalan Kapten Saputra, Kejuron, Taman, Kota Madiun. 

Nando mengungkapkan, ia mengerti bahwa membiarkan pembeli menikmati kopinya sambil berkerumun merupakan melawan aturan pemerintah. 

"Apa boleh buat, hal ini demi bertahan hidup. Ya harapan saya kepada pemerintah, kalau bisa warung biar buka seperti dulu lagi," begitu penjelasan Nando.