Beberapa pemuda yang kedapatan nongkrong tanpa mengenakan masker kena hukuman dari petugas patroli, Jumat malam (1 /05/2020). (Foto:Istimewa)
Beberapa pemuda yang kedapatan nongkrong tanpa mengenakan masker kena hukuman dari petugas patroli, Jumat malam (1 /05/2020). (Foto:Istimewa)

Masih banyak masyarakat Madiun yang bandel serta tidak menaati aturan physical distancing dan wajib pakai masker. 

Seperti yang terjadi Jumat (1/5/2020) malam, petugas gabungan kembali menemukan sejumlah pemuda yang asyik nongkrong tanpa masker. Akibatnya, para pemuda tersebut terpaksa harus berurusan dengan petugas. 

Anggota TNI dan Polri tanpa basa-basi memberikan hukuman kepada mereka. Para pemuda itu  disuruh "olahraga malam" dengan push-up serta guling-guling sampai merangkak sebelum diminta pulang.

Hukuman itu  dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pemuda tersebut. Sesuai aturan, masyarakat yang keluar rumah tanpa memiliki kepentingan mendesak harus pulang. "Yang terpaksa keluar rumah karena urusan darurat harus memakai masker," ujar Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nur Cahyono.

Sejumlah pemuda tersebut kedapatan asyik nongkrong di kawasan Stadion Wilis dan lapangan olahraga Gulun.

Sunardi menyebut terdapat belasan remaja yang terjaring razia. Petugas juga mengamankan identitas mereka. Kartu identitas wajib diambil yang bersangkutan di Kantor Satpol PP Kota Madiun. Sebab, satpol PP akan memberikan pembinaan sebelum KTP dikembalikan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya demi memutus rantai penyebaran covid-19.

Setiap malam, petugas gabungan melakukan patroli keliling. Mereka terdiri dari Diskominfo Kota Madiun, Satpol PP Kota Madiun, Polri, TNI, serta Dishub Kota Madiun. 

Tugasnya menertibkan suasana malam, utamanya membubarkan kerumunan masyarakat yang masih bandel dengan nongkrong di luar dan tanpa mengenakan masker. "Kami berharap masyarakat jadi lebih sadar akan pentingnya physical distancing di masa pandemi covid ini," tandasnya.