Peta persebaran Covid-19 di Kota Madiun update per Rabu, 6/05/2020. (Foto: @jatimpemprov)
Peta persebaran Covid-19 di Kota Madiun update per Rabu, 6/05/2020. (Foto: @jatimpemprov)

Kota Madiun sempat menyandang Zona Zero Covid-19 selama 8 pekan sejak Gubernur Jawa Timur Khofifah mengumumkan pasien pertama pada 17 Maret lalu.

Pada Rabu (6/05/2020) pukul 20.00 WIB, Wali Kota Madiun H Maidi mengumumkan adanya satu pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kini peta Kota Madiun telah berubah menjadi zona merah.

Dalam keterangannya, Maidi mengungkapkan bahwa pasien positif tersebut merupakan salah satu warga Jalan Indragiri, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman.

Menurut Maidi, pasien dinyatakan positif setelah menjalani tes sebanyak dua kali.

"Sampai kemarin Kota Madiun ini zero Covid-19. Tapi malam ini ada hasil tes kluster Temboro yang rumahnya Pandean, kemarin tes pertama negatif dan sore tadi tes kedua positif," urainya.

Dia menambahkan, saat ini pasien sedang dirawat di RSUD Soedono Kota Madiun dengan keadaan membaik dari sebelumnya.

Orang nomor 1 di Kota Pendekar tersebut juga menjelaskan bahwa pihak Pemkot bergerak cepat melakukan tracing pasien.

Untuk sementara, empat anggota keluarganya juga sudah dilakukan test dan hasilnya negatif.

Dia meminta keluarga tersebut melakukan isolasi atau karantina mandiri dengan jaminan pemenuhan kebutuhan harian dari pemerintah.

"Empat anggota keluarga negatif dan kami isolasi sementara. Semua kebutuhan kita cukupi, harapannya nanti saat dicek lagi oleh Dinkes hasilnya tetap negatif," terangnya pada awal media.

Dengan pecah telur status zero Covid-19 ini, Maidi kembali menekankan agar masyarakat mengikuti seluruh anjuran pemerintah.

"Saya memang menghimbau kepada masyarakat Madiun kedisplinan, SOP yang sudah ditentukan nanti kita akan galakkan lagi, semua Posko yang ada di kelurahan akan kita bina," lanjut Maidi.

Maidi menguraikan soal kewaspadaan terhadap pendatang maupun warga yang baru bepergian dari luar kota.

Pasalnya, pasien pertama tersebut membawa penyakit Covid-19 dari luar daerah, tepatnya dari kluster Temboro, Magetan.

"Yang mana awal gejalanya pasien merasakan keluhan tidak enak badan. Sementara keluhan tidak enak badan sejak 25 April lalu itu kini sudah berangsur membaik semenjak pasien dirawat di RSUD Soedono Madiun," terangnya.

Maidi menegaskan, selama ini Pemkot Madiun sudah berusaha maksimal mencegah persebaran penyakit Covid-19 di wilayah tersebut. 

Untuk diketahui, saat ini ODP 60, PDP ada 13, yang 11 negatif, yang satu belum keluar, yang satu positif Covid-19.