Ilustrasi Google Images
Ilustrasi Google Images

JATIMTIMES - Berinvestasi dalam dunia forex trading tentu memiliki risiko yang sama besarnya dengan berbagai jenis investasi lainnya. Untuk meminimalisir risiko itu, ada baiknya para pemula jeli dalam memilih Broker Forex. 

Broker forex lokal  Indonesia jumlahnya sudah banyak, dan memang harus tetap mengutanakan prinsip kehati-hatian saat hendak memilih. Setidaknya ada 10 hal yang harus menjadi perhatian saat akan memilih Broker Forex bagi para calon trader.

Baca Juga : XL Axiata Terapkan Pendaftaran Online untuk Vendor/Supplier, Begini Tata Caranya

Berikut 10 instrumen yang perlu diperhatikan dan menjadi catatan bagi para calon treder.

1. Ragam Aset (instrumen)

Ada broker forex yang hanya menyediakan pair populer saja seperti EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY. Ada pula broker forex yang menawarkan beraneka kelas aset komplit mulai dari forex, hingga CFD atau futures pada indeks saham (Hang Seng, DJI, dll), komoditas logam (emas, perak, dll), komoditas energi (Brent, WTI, dll), mata uang kripto, dan masih banyak lagi.

Rekomendasi untuk beginner, pilihlah broker forex yang menyediakan pair forex dan emas. Jika kamu ingin trading kripto dan kelas aset lain juga, tunggulah hingga kamu benar-benar sudah mahir trading forex dan emas.

2. Tipe Akun Trading Forex

Broker selayaknya menawarkan beberapa jenis akun yang dapat memenuhi kebutuhan calon klien yang berbeda-beda. Broker unggulan setidaknya menawarkan tiga jenis akun, yakni akun demo, akun riil yang ditujukan untuk pemula, dan akun riil yang ditujukan untuk trader lebih berpengalaman.

Mengapa demikian? Karena trader pemula sebaiknya memulai trading forex dengan syarat modal minimal dan fasilitas sederhana. 

Sedangkan trader berpengalaman membutuhkan fasilitas trading berkualifikasi lebih tinggi yang mungkin terlalu kompleks bagi beginner. Kita akan membahas lebih lanjut tentang ini pada topik tipe broker forex di bagian terakhir dalam artikel ini.

Rekomendasi untuk beginner, pilihlah broker forex yang menyediakan akun nano, mikro, atau mini dengan syarat modal minimal di bawah 500 Dolar AS. 

Jangan buru-buru membuka tipe akun trading premium sejak awal. Profit dalam trading forex itu tidak bergantung pada berapa besar modal kamu, melainkan ditentukan oleh skill setiap trader. 

Jika akun kecil saja gagal, bagaimana mungkin kamu berharap sukses dengan akun lebih besar dan kompleks!?

3. Spread dan Komisi Trading

Spread merupakan selisih antara kurs jual (offer) dan beli (bid). Semakin besar spread, maka trader akan makin sulit meraih profit. Semakin kecil spread, maka trader akan makin mudah mendapatkan profit. Oleh karena itu, trader perlu memilih broker yang menawarkan spread terendah pada platform-nya.

Hanya saja, ada broker jahil yang menyediakan spread berbeda antara akun demo dan akun riil. Jadi, ada baiknya trader memantau testimoni klien lain di internet guna mengetahui kredibilitas kebijakan spread broker dalam semua tipe order (order market dan pending).

Berbeda dengan spread, komisi bersifat tetap. Komisi biasanya sudah dicantumkan oleh broker pada paparan setiap jenis akun pada situs web-nya. 

Alternatif lain, kamu dapat menanyakan berapa besar komisi trading kepada Customer Service, agen atau IB yang membantumu mendaftar ke broker.

Rekomendasi untuk beginner, pilihlah broker forex yang menggratiskan komisi (zero commission) dan menetapkan spread sekitar 1-2 pip untuk pair mayor. 

Trader yang lebih berpengalaman dapat memilih broker yang menetapkan komisi tinggi, tetapi biaya komisi ini mungkin cukup memberatkan bagi pemula.

4. Leverage

Leverage dalam trading forex merupakan fasilitas yang dapat meningkatkan daya beli trader. Broker forex dapat menyediakan leverage serendah 1:10 hingga 1:3000 atau bahkan lebih tinggi lagi. Dalam hal ini, trader harus berhati-hati karena leverage terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama berisiko.

Seorang trader bermodal 100 Dolar AS yang menggunakan leverage 1:200, maka akan dapat bertransaksi jual-beli valas seakan-akan punya modal sebesar (100*200 = 20.000 USD). 

Profit maupun kerugian dari transaksi akan disesuaikan pula dengan proporsi yang sama pada platform trading secara otomatis.

Rekomendasi untuk beginner, semakin kecil leverage yang dipilih, maka makin kecil pula lah kemampuan trader untuk bertransaksi di pasar. Tapi semakin besar leverage yang dipilih, maka trader menanggung risiko lebih besar pula jika ternyata transaksinya mengalami kerugian. Sebaiknya, trader pemula tidak memilih leverage lebih tinggi dari 1:100.

5. Kualitas Eksekusi Order Trading Forex

Platform trading forex dapat berupa software yang dipasang di PC/laptop, situs yang bisa diakses via browser, ataupun aplikasi yang dapat diunduh pada ponsel. 

Fungsinya sama, yakni membantumu memantau pergerakan kurs valas dan mengirim order jual/beli. Tapi tak peduli gadget apa yang kamu pakai untuk trading, semuanya tetaplah bergantung pada teknologi dan koneksi yang rentan error.

Ada dua jenis error yang berpotensi merugikan kita dalam trading forex, yaitu requote dan slippage. Requote terjadi ketika broker tidak dapat menemukan harga yang cocok dengan order kita di pasar, sehingga kita akan dipaksa untuk menerima harga yang lebih buruk atau membatalkan order. Requote ini seharusnya tidak terjadi jika broker kita punya likuiditas yang bagus (bebas requote).

Slippage terjadi akibat gejolak pasar yang terlalu drastis, sehingga eksekusi harga “selip”. Hal ini sebenarnya wajar terjadi sewaktu-waktu. 

Namun, jika slippage terjadi terlalu sering, maka broker layak dicurigai. Broker forex terbaik semestinya dapat menjamin harga dieksekusi sesuai order kita.

Rekomendasi untuk beginner, masalah requote dan slippage ini tidak mungkin disampaikan oleh broker forex secara transparan. 

Solusinya, kita perlu mencoba trading pada platform akun demo dan menanyakan kualitas eksekusi broker kepada para trader lain. Bergabunglah dengan forum trading online seperti MQL5 Community dan Forex Factory untuk berdiskusi dengan sesama trader.

6. Teknik Trading Yang Diperbolehkan Broker

Ilustrasi Google Images

Kalau kamu sudah belajar lebih jauh, maka kamu akan mengetahui ada banyak teknik trading forex. Mulai dari teknik scalping, hedging, day-trading, swing-trading, carry-trading, news-trading, dan masih banyak lagi. Tapi tak semua broker memperbolehkan segala teknik trading.

Broker bisa jadi melarang teknik trading tertentu karena tidak diijinkan oleh lembaga pengawas (regulator) dan undang-undang yang berlaku. Misalnya broker forex asal Amerika Serikat dilarang memfasilitasi teknik hedging oleh peraturan setempat. 

Ada pula broker forex yang melarang teknik scalping karena keterbatasan kapabilitas teknologinya. Pasalnya, scalping menuntut eksekusi order beruntun dengan cepat, sehingga server broker bisa jadi akan kewalahan.

Baca Juga : Panduan Berobat ke Melaka Malaysia, Destinasi Berobat Luar Negeri Favorit Orang Indonesia

Rekomendasi untuk beginner, aturan broker tentang ini mungkin tidak menjadi masalah besar bagi pemula, sehingga kamu boleh mengabaikannya. Tapi setelah kamu lebih berpengalaman kelak, hal ini patut dipertimbangkan baik-baik. Jangan sampai kamu memilih broker forex yang melarang teknik trading andalanmu.

7. Platform Trading Forex Online

Platform merupakan alat terpenting bagi trader. Platform memungkinkan trader untuk memantau perubahan kurs valas dari waktu ke waktu dalam bentuk grafik, menganalisis perubahannya, sekaligus mengirim order jual/beli. Platform yang lebih canggih akan menyediakan fitur lebih banyak, termasuk seperti sinyal trading, berita ekonomi, kalender forex, dan lain-lain.

Umumnya trader forex Indonesia hanya mengenal dua jenis platform trading, yakni Metatrader 4 (MT4) dan Metatrader 5 (MT5). Padahal, ada banyak sekali pilihan platform trading forex online di luar sana. Setiap platform mengusung kelebihan dan kelemahan masing-masing.

MT4 dan MT5 merupakan pilihan terbaik jika kamu ingin trading forex dengan menggunakan robot. Namun, jika kamu ingin trading sendiri secara manual, maka platform lain yang bukan keduanya pun layak untuk dipilih. 

Apalagi jika kamu ingin trading via ponsel, maka sebaiknya mencari broker yang punya aplikasi trading paling mudah dipakai.

Rekomendasi untuk beginner, cobalah trading forex pada akun demo dulu sebelum berkomitmen membuka akun riil di suatu broker. Pastikan kamu benar-benar nyaman menggunakan platform sebelum mendaftar riil. 

Kemudian setelah siap trading riil, bukalah akun yang menyediakan platform yang sama dengan demo. Satu broker bisa menyediakan banyak platform, sehingga di hal ini perlu diperhatikan.

8. Layanan Bantuan Pelanggan Broker

Kita pasti akan menemui banyak pertanyaan atau masalah saat awal mulai trading forex. Mulai dari istilah asing, aturan yang tidak dimengerti, hingga error tak terduga. Semua ini tidak akan menjadi masalah besar jika kita dapat segera menyelesaikannya dengan bantuan layanan pelanggan broker (Customer Service/CS). Tapi kalau terjadi miskomunikasi, maka proses belajar forex-mu juga akan terganggu.

Mayoritas broker sudah menyediakan fitur live chat pada situs web-nya, selain juga memiliki sambungan telepon dan email yang siap melayani klien. 

Calon klien juga dapat memanfaatkan fitur-fitur ini. Namun, sekedar punya fitur CS saja tidak cukup. Ada saja broker forex yang punya fitur CS lengkap, tetapi jarang menanggapi pertanyaan klien.

Rekomendasi untuk beginner, ada baiknya kamu menjajal layanan CS broker terlebih dahulu dengan bertanya atau meminta petunjuk tertentu. Misalnya tanyakan bagaimana cara deposit dan menarik dana dari akun. 

Perhatikan berapa lama waktu yang dibutuhkan CS untuk merespons pertanyaanmu, serta apakah jawaban itu memuaskan atau tidak. Broker forex terbaik semestinya merespons pertanyaan klien dengan cepat pada hari kerja, atau paling lambat 3×24 jam pada akhir pekan.

9. Perizinan atau Regulasi Broker Forex

Pernahkah kamu mendengar tentang kasus penipuan forex? Pertanyaan seputar ini bahkan masuk dalam pencarian top Google terkait hampir semua broker, termasuk broker-broker bonafide. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? 

Sebagaimana bisnis online lainnya, forex juga rentan dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab sebagai kedok penipuan. Saking maraknya, banyak orang langsung memiliki citra negatif terhadap forex dan brokernya.

Sebenarnya, bisnis forex merupakan usaha legal dan sah sesuai hukum. Hanya saja, agar tak terjebak dalam kasus penipuan, kita harus memperhatikan status regulasi broker.

Hampir semua negara di dunia sudah menetapkan landasan hukum jelas bagi broker. Mulai dari perijinan hingga pengawasan terhadap broker forex. Broker forex berizin akan selalu dipantau oleh pihak berwenang dari negeri asalnya. Seandainya mereka berani menyelewengkan dana milik kliennya, maka mereka akan langsung terkena sanksi.

Rekomendasi untuk beginner, pilihlah broker forex yang memiliki izin lengkap dan resmi sesuai aturan yang berlaku, Seperti Broker Forex Lokal Indonesia wajib yang teregulasi oleh BAPPEBTI. Hindari broker forex yang tidak teregulasi, atau broker yang teregulasi di negara antah berantah yang tidak kamu kenal.

10. Jaminan Keamanan Dana Trader

Broker forex dapat menjamin keamanan dana trader dengan banyak cara. Pertama, memiliki izin resmi dari lembaga regulator forex yang kompeten untuk mengantisipasi resiko forex trading. Kedua, menyimpan dana klien pada akun tersegregasi di bank kustodian terpercaya (segregated account).

Kedua hal itu merupakan syarat pokok bagi sebuah broker forex. Tapi broker forex yang benar-benar berkualitas terbaik dan terpercaya akan menyediakan dua jaminan tambahan. 

Pertama, menjamin saldo akun trader tidak akan menjadi negatif meski menggunakan leverage (negative balance protection). Kedua, broker mengikuti lembaga dana kompensasi investor yang akan mengembalikan uang klien jika broker mendadak gulung tikar.

Rekomendasi untuk beginner, broker forex terbaik semestinya menyediakan keempat jaminan keamanan tersebut. Sayangnya, tidak banyak broker yang menyediakan kesemuanya. Oleh karena itu, kamu dapat memilih broker forex yang hanya menyediakan izin regulator dan akun tersegregasi saja.