Heri Cahyono saat hadir di Kantor KPU Kabupaten Malang untuk menyerahkan kekuranhan berkas suara dukungan dengan mengendarai motor rally dakar berkapasitas 1190 cc, Senin (27/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Heri Cahyono saat hadir di Kantor KPU Kabupaten Malang untuk menyerahkan kekuranhan berkas suara dukungan dengan mengendarai motor rally dakar berkapasitas 1190 cc, Senin (27/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati dan wakil bupati di Pilkada Kabupaten Malang dari jalur independen, Heri Cahyono-Gunadi Handoko telah menyerahkan berkas kekurangan suara dukungan. 

Lebih dari 121.000 berkas suara dukungan tambahan tersebut, Senin (27/7/2020) kemarin dibawa menggunakan dua mobil box ke Kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Bawa Tambahan 121 Ribu Dukungan ke KPU, Sam HC Yakin Lolos Verifikasi

Heri Cahyono atau yang akrab disapa Sam HC mengatakan optimis bahwa dirinya akan lolos dalam verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual untuk berebut kursi N1 Kabupaten Malang.

"Persentase yakin lolos 100 persen. Ini sudah final dan yakin akan lolos, insya Allah," ujarnya ketika dikonfirmasi awak media sesuai menyerahkan berkas kekurangan suara dukungan, Senin (27/7/2020) malam.

Jika tidak lolos verifikasi, Sam HC mengaku akan pensiun dan melanjutkan kegiatan-kegiatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kasembon, lingkungan tempat tinggalnya. 

"Melanjutkan hidup dan pensiun di Kasembon dan kita mencetak generasi selanjutnya di atas rata-rata Kasembon," ungkap pria pemilik God Management School di Kasembon.

Sam HC pun mengaku tidak ambil pusing dan cenderung lebih santai jika dirinya tidak lolos verifikasi di KPU Kabupaten Malang. Dia menganggap semua proses telah dilalui dan telah dianggap selesai. 

"(Jika tidak lolos) ya udah berarti selesai toh. Kalau saya enteng, nggak ada yang ngehalangi. Saya lanjutkan keliling dunia," ujar pria yang hobi berpetualang dengan menggunakan motor trail ini. 

Dia kembali menegaskan bahwa niatnya dari awal memang bukan mengejar jabatan atau kekuasaan sebagai Bupati Malang, tetapi akan mengabdikan dirinya sebagai pelayan masyarakat Kabupaten Malang.

Sam HC yang merupakan salah satu penggerak organisasi gerakan moral dengan nama Malang Jejeg ini mengatakan bahwa Malang Jejeg tidak akan bubar karena sedari awal itu merupakan organisasi gerakan moral.

"Gini Malang Jejeg itu jadi organisasi gerakan moral dari awal. Gerakan moral dia tidak akan pernah hilang tetap menyuarakan," jelasnya. 

Baca Juga : Sam HC-Gunadi Handoko Berencana Lengkapi Kekurangan Berkas Dukungan 120 Ribu ke KPU

Malang Jejeg juga digunakan sebagai tagline sosialisasi Bapaslon Sam HC-Gunadi Handoko kepada masyarakat Kabupaten Malang untuk menggalang dukungan sebagai persiapan awal menuju kontestasi Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Sam HC juga mengatakan bahwa sebuah bentuk kezaliman itu akan selalu ada baik dari penguasa maupun dari masyarakat itu sendiri karena banyak orang-orang baik yang memilih untuk berdiam diri.

"Jadi gini kezaliman itu selalu ada bukan karena orang zalimnya itu banyak, tetapi diamnya orang baik," ucapnya. 

Sam HC pun sedikit menyinggung terkait cita-cita masyarakat Kabupaten Malang yang ingin menuju kemakmuran di segala aspek. Tetapi hal tersebut dilakukan terlebih dahulu mengetahui peta jalan menuju kemakmuran tersebut.

"Cuma masalahnya kita mesti tahu peta jalan menuju makmur itu, kan akeh lek wong klaim, makmur. Tapi peta jalannya kan belum tahu. Kita tetap mengkritisi, mau ada di luar sistem, mau didalam sistem nggak ada masalah bagi kita," jelasnya. 

Disinggung terkait pembahasan Kabupaten Malang menuju kemakmuran adalah sindiran untuk Bapaslon incumbent lain yang mengusung tagline Malang Makmur, Sam HC mengelak. 

"Nggak. Jadi program kita juga menuju makmur tapi step by step wadoh sek an (masih sangat jauh)," pungkasnya.