Wabup Marhaenis UW memimpin Rakor Pelaksanaan Tracking.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Wabup Marhaenis UW memimpin Rakor Pelaksanaan Tracking.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya menekan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayahnya. Setelah angka kasus melonjak, Pemkab Blitar merespons cepat dengan gelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Tracking yang diinisiasi dan dipimpin Wakil Bupati  Marhaenis Urip Widodo pada Selasa (28/7/2020) di Ruang Rapat Candi Penataran Lantai III Kantor Bupati Blitar di Kanigoro. 

Rapat ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr Kuspardani.  Sementara peserta rapat terdiri dari camat, lurah dan kepala desa yang wilayahnya masuk dalam zona merah. 

Baca Juga : Henry Pradipta Anwar: PKB Semakin Besar, Semakin Dipercaya Masyarakat

Wakil Bupati Blitar Marhaenis Urip Widodo dalam kesempatan ini menyampaikan rakor ini dilaksanakan menyikapi situasi kondisi terkini pandemi covid-19 di Kabupaten Blitar. Rapat ini membahas penanganan pasien covid-19 dan masyarakat yang berada dalam kondisi sehat.

“Kita bahas secara dalam, penanganan bagi yang terpapar covid-19 agar bisa kembali sehat. Serta warga yang kondisinya sehat agar tidak terpapar covid-19. Bagi yang terpapar, jangan jauhi pasien dan keluarganya. Penting bagi kita untuk memberikan perhatian kepada mereka. Kita beri mereka semangat dan motivasi, ini tugas kita sebagai kepala daerah dan stakeholder di tingkat bawah,” ungkap Marhaenis kepada awak media.

Dalam kesempatan ini wabup juga mendorong kepada stakeholder di tingkat bawah untuk memberikan pemahaman secara dalam kepada masyarakat tentang arti sebenarnya New Normal. Menurut wabup, New Normal masih sering disalahartikan oleh banyak orang. 

“New Normal, tidak sedikit orang yang mengartikanya sudah bebas kemana-mana, kembali seperti normal yang dulu. Nah, yang bahaya salah satunya adalah kluster dari luar daerah. Penting bagi kita adalah mengedukasi masyarakat. Yang terpenting saat ini adalah disiplin menjalankan protokol kesehatan. Kunci terhindar dari covid-19 adalah dengan pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan dengan air mengalir,” tegas pemimpin yang dikenal peduli dan dekat dengan rakyat.

Lebih dalam di kesempatan ini orang nomor dua di Kabupaten Blitar berpesan kepada masyarakat untuk tidak menjalankan aktivitas yang tidak perlu. Kegiatan bergerombol dan kumpul-kumpul dengan agenda tidak penting diimbau untuk dihindari.

“Sembrono dengan tidak pakai masker, sering bergerombol dan nongkrong malam-malam akan sangat rentan tertular covid-19. Rapat terlalu lama seperti ini juga sebetulnya tidak benar, rentan sekali tertular. Yang paling bahaya adalah orang tanpa gejala (OTG), kelihatan sehat tapi setelah di swab test hasilnya positif. Sekali lagi, masyarakat jangan meremehkan covid-19 dan jangan meremehkan protokol kesehatan,” tandasnya. 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr Kuspardani selaku narasumber di kesempatan ini menyampaikan melonjaknya kasus covid-19 di Kabupaten Blitar terjadi setelah Dinkes bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan tracing ketat dan penguatan testing. Hingga berita ini diturunkan, di Kabupaten Blitar terdapat 141 kasus positif covid-19. Rincinanya 66 orang dinyatakan sembuh, 64 orang dirawat dan 11 orang meninggal dunia. 

Baca Juga : Peringati Harlah ke-22, PKB Kota Blitar Targetkan Menang di Pilkada 2020

“Selain tracing ketat, testing juga ditingkatkan.  Untuk tracing, kita hanya untuk yang kontak erat saja. Dan itu kita rapid. Sekarang karena ada lonjakan, kami tracingnya lebih ditingkatkan. Ini upaya kita untuk memagari virus agar tidak lari kemana-mana. Jadi sekarang, untuk kontak erat yang dulu di-Rapid Test sekarang langsung kita swab, jadi hasilnya langsung ketahuan positif atau tidak,” paparnya.

Kuspardani menambahkan, penanganan pasien covid-19 di Kabupaten Blitar dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ditentukan Kemenkes RI. Pasien positif covid-19 yang baru ditemukan langsung ditangani secara medis dengan karantina. Sementara keluarga dan masyarakat diberikan sosialisasi untuk memahami dan mendukung pasien yang dikarantina. 

“Dinkes bersama Gugus Tugas memberikan pelayanan medis bagi pasien covid-19 sesuai dengan aturan dari Kemenkes RI,” pungkasnya.(Adv/Kmf)