Umbul Sidomulyo Sore Hari
Umbul Sidomulyo Sore Hari

Wisata air selain pantai di Jogja memang sudah banyak. Namun hampir 90% terdiri dari kolam renang buatan. Ya, tidak sebanyak kabupaten tetangga, Klaten, yang mempunyai banyak wisata air alami berbasis umbul alias mata air. 

Namun Anda yang tinggal di Jogja tidak usah kawatir. Bila bosan dengan wisata kolam renang buatan dengan air berkaporit, Anda patut mencoba yang satu ini. Namanya Umbul Sidomulyo.

Baca Juga : Luhut Acungi Jempol Penanganan Covid 19 di Banyuwangi, Bupati Minta Support WSL

Sesuai namanya, Umbul Sidomulyo terletak di Kampung Sidomulyo Brintikan, tepatnya di Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Walaupun dekat dari keramaian, seperti jalan nasional yang menghubungkan Jogja dan Solo, Umbul Sidomulyo tetap asri dan layak untuk dicoba bila menghendaki kolam renang alami dari mata air. 

Untuk menuju ke Umbul Sidomulyo, Anda harus melewati jalan kampung yang masih sangat asri. Bahkan Anda mungkin sedikit kesulitan untuk menemukan karena letaknya yang berada di bantaran Sungai Opak dan di sisi belakang rumah-rumah penduduk. 

Namun jangan heran, tidak kurang dari 100 orang yang berkunjung setiap harinya. “Lumayan Mas. Sebulan ini dibuka untuk umum. Setiap hari ada sekitar 100 pengunjung yang datang” ungkap Sri, salah satu pedagang di sekitar lokasi.

Saat Yogyakarta TIMES berkunjung Sabtu sore (1/8/2020),  banyak pengunjung, dari yang datang menggunakan motor bersama anaknya hingga penghobi gowes sore. Bagi para gowes, ke Umbul Sidomulyo menjadi salah satu pilihan karena melintasi areal persawahan yang begitu luas membentang. “Lelah gowes, di sini bisa mandi di air alami  untuk menyegarkan badan” ungkap Aldi, salah satu pesepeda. 

Lain dengan Aldi, Vero -wanita asal Berbah-sengaja datang untuk memenuhi hobinya. “Saya hobi renang Mas. Tapi paling suka di air yang alami. Bosan di kolam berkaporit” ungkap penghobi renang ini saat diminta komentarnya. 

Di sisi lain, bagi para warga kampung, keberadaan pemandian berair jernih satu-satunya di Sleman ini menjadi berkah tersendiri. Dengan dikelolanya mata air alami ini, warga bisa meningkatkan pendapatan buat keluarganya. Mereka berjualan aneka makanan, persewaan ban, hingga pemuda yang mengelola parkir.

Baca Juga : Kusuma Agrowisata Sambut Wisatawan dengan Protokol Kesehatan

 Tidak kurang dari 100 ribu rupiah bisa didapat oleh satu pedagang setiap hari. Terlebih pada hari libur yang bisa mencapai Rp 250 ribuan. 

Untuk fasilitas, Umbul Sidomulyo memang terbilang masih sangat sederhana. Namun kebutuhan dasar para pengunjung paling tidak sudah terpenuhi dengan baik, termasuk di masa pandemi ini.

 Area parkir sudah mampu menampung kendaraan kecil hingga dua puluhan. Begitu juga kamar ganti dan bilas sudah tersedia dengan baik. Kebutuhan konsumsi pengunjung juga sudah tersedia oleh para pedagang kaki lima di jalan masuk areal pemandian.