Selamat Lebaran Haji Masyarakat Kampung Dukuh Desa/Kecamatan Glagah Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Selamat Lebaran Haji Masyarakat Kampung Dukuh Desa/Kecamatan Glagah Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Masyarakat Kampung Dukuh, Desa/kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, merupakan kelompok masyarakat yang berupaya menjaga memelihara dan melestarikan adat istiadat di tengah serbuan budaya global.

Salah satu ritual adat masyarakat Oesing yang pada masa lalu tumbuh dan berkembang di dalam kehidupan sosial masyarakat setempat adalah  Selamatan Lebaran Haji.

Baca Juga : Semarak Rilisan Malang di Semester Pertama 2020

Menurut Kepala Desa (Kades) Glagah Slamet Priyo Widodo, warga Kampung Dukuh merupakan kelompok masyarakat yang sampai saat ini tetap setia dan teguh dalam uri-uri warisan budaya leluhur. "Kami bangga masyarakat dengan rukun kompak dan kerja sama yang baik serta mandiri mampu menggelar acara Selamatan Lebaran Haji dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam suasana transisi pasca-wabah covid 19 saat ini," ungkapnya.

Menurut Slamet,  zaman dahulu masyarakat Kampung Dukuh mengadakan acara keliling kampung dengan membawa oncor (obor). Namun dalam situasi yang belum sepenuhnya normal, masyarakat sepakat untuk menghidupkan oncor namun tidak mengadakan keliling kampung.

“Selanjutnya warga masyarakat juga menggelar makan bersama di sepanjang jalan kampung dengan menu antara lain ayam bumbu garam asem, kupat Jowo, kupat lepet dan aneka macam jajan pasar,” imbuhnya.

Lebih lanjut kades Glagah menuturkan, salah satu filosofi luhur yang disampaikan dengan arti dan makna sajian kupat lepet dan jajan pasar adalah masyarakat selalu diharapkan bertingkah laku yang tepat dan apabila berjanji, yang pas jangan kesasar. "Kami bangga kepada masyarakat Kampung Dukuh yang  selalu guyub rukun dan kompak serta tetap teguh  berupaya menjaga dan melestarikan adat budaya warisan leluhur di tengah serbuan budaya asing yang berupaya mewujudkan gaya hidup masyarakat global yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia,” ucapnya.

Sanusi Marhaedi yang akrab disapa Kang Usi, salah seorang tokoh adat masyarakat, menambahkan, bagi warga Kampung Dukuh, menyajikan masakan dalam setiap acara adat dan daging ayam kampung yang disajikan  juga memiliki ritual tersendiri. 

Baca Juga : Tradisi Unik Keduk Beji, Upaya Tolak Bala Warga Desa Dero Ngawi dengan Terjun ke Sendang

Bahkan bagi warga di kampungnya, ada kepercayaan yang tumbuh bahwa pantangan atau dilarang bagi pasangan anak muda untuk makan daging ayam kampung apabila tidak digunakan acara adat atau ritual. Apabila pantangan tersebut dilanggar, maka hubungan mereka bisa bubar dan tidak sampai  terjadi pernikahan.

"Dengan menggelar Selamatan Lebaran Haji tahun ini, masyarakat Kampung Dukung memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas semua anugerah yang dirasakan dan diberi kesempatan berjumpa dengan Lebaran Haji serta  berharap bisa bertemu lagi tahun depan. Selanjutnya dengan menyalakan oncor, diharapkan mampu mengusir corona yang beberapa bulan terakhir telah menjadi ujian yang cukup berat bagi masyarakat,” beber Kang Usik.