Selain menilai tidak jelasnya pengolahan sampah medis, sejumlah pemuda Bangkalan itu juga meminta transparansi anggaran pengolahan sampah medis di Bangkalan.
Selain menilai tidak jelasnya pengolahan sampah medis, sejumlah pemuda Bangkalan itu juga meminta transparansi anggaran pengolahan sampah medis di Bangkalan.

Persatuan Pemuda Bangkalan menilai pengolahan limbah medis di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur tak ada kejelasan. Hal itu disampaikan para pemuda saat audiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD Bangkalan, di kantor Dinkes Bangkalan, Selasa (11/08/2020).

Selain menilai tidak jelasnya pengolahan sampah medis, sejumlah pemuda Bangkalan itu juga meminta transparansi anggaran pengolahan sampah medis di Bangkalan. "Kami meminta transparansi terkait anggaran pengolahan sampah mulai dari tingkat puskesmas hingga ke rumah sakit," ujar Monawir saat audiensi.

Baca Juga : SKK Migas Nobatkan PT Pertamina EP Cepu Bojonegoro jadi Perusahaan Terbaik

Selain itu pihaknya mengaku, sudah beberapa kali ke Dinkes, namun kata dia hingga saat ini belum ada perubahan. Tidak hanya itu, Monawir menegaskan, jika masih belum ada kejelasan lagi, dia mengaku akan datang lagi ke Dinkes. “Kami akan ke sini lagi nanti, entah dalam bentuk aksi atau audiensi untuk meminta transparansi anggaran pengolahan limbah medis ini,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Bangkalan, Moh. Rasuli mengatakan, untuk pengolahan sampah di puskesmas, pihaknya mengaku sudah bekerja sama dengan pihak ketiga. "Sehingga untuk pengolahannya langsung ditangani oleh pihak ketiga tersebut," kata dia.

Rasuli mengaku, sudah bekerja sama dengan PT Putra Restu Ibu Abadi dari Mojokerto. "Jadi yang mengambil limbah medis dari masing-masing puskesmas," imbuhnya.

Terkait anggaran pengolahan limbah medis di puskesmas, Rasuli menegaskan, semuanya ada di puskesmas masing-masing, sehingga dia tidak berani menyebutkan.

"Jadi kalau bicara nominal kami takut salah, karena semuanya ada di puskesmas masing-masing dan kami hanya menerima dalam bentuk laporan secara utuh," pungkasnya.

Baca Juga : Ditemukan Mayat Tanpa Identitas Diakses Suramadu, Begini Ciri-cirinya

Menanggapi hal yang sama, wakil direktur RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Farhat Surya Ningrat mengatakan, bahwa dia juga sudah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengolahan limbah medis.

Selain itu, dia juga menjelaskan, limbah medis di RSUD Bangkalan diangkut dua hari sekali dengan harga Rp 15 ribu per-kilogramnya oleh pihak ketiga itu. Sehingga dia melanjutkan, anggaran yang kita keluarkan untuk pengolahan limbah medisnya sekitar Rp 1,5 miliar setiap tahunnya.