Rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) dan penetapan daftar pemilih sementara (DPS) pilkada Tuban 2020 di aula KPU Tuban (10/09/2020).
Rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) dan penetapan daftar pemilih sementara (DPS) pilkada Tuban 2020 di aula KPU Tuban (10/09/2020).

Jarang sekali terjadi penundaan rapat pleno dalam sejarah penyelenggaraan pemilu. Namun, rapat pleno terbuka KPU Tuban terkait rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) dan penetapan daftar pemilih sementara (DPS) pilkada 2020 mengalami penundaan. Rapat yang sedianya berlangsung Kamis (10/09/2020) lalu digelar Minggu (13/9/2020) di aula KPU Tuban.

Acara dibuka langsung oleh Ketua KPU Tuban Fathul Ikhsan yang didampingi komisioner KPU Tuban lainnya. Rapat itu turut dihadiri Ketua KPU Provinsi Jawa Timur Chairul Anam, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tuban, perwakilan partai politik peserta pemilu, dan instansi terkait di lingkungan Pemkab Tuban.

Baca Juga : Gugatan Paslon Independen Listeng Resmi Ditolak Bawaslu Kota Blitar

Fatkul Iksan menyampaikan, penetapan DPS dilakukan setelah pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi DPHP. Pada rapat pleno itu, jumlah DPS disampaikan langsung oleh masing-masing PPK di 20 kecamatan.

"Semestinya rapat pleno ini kami laksanakan Kamis lalu. Namun karena ada rekomendasi perbaikan dari Bawaslu, jadi kami batalkan dan baru bisa kami laksanakan hari ini," ucapnya.

Pleno ini, tukas Fatkul, merupakan salah satu tahapan penting dalam pemilu. Sebab, salah satu hal utama dalam pemilu adalah menetapkan daftar pemilih. "Alhamdulillah, acara pleno berjalan lancar dan tidak ada tanggapan," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan fekap DPS pada Pilkada Tuban 2020 sebanyak 946.351 pemilih. Rinciannya, pemilih laki-laki sebanyak 467.553 dan pemilih perempuan  478.798. "DPS Kabupaten Tuban sebanyak 946.351 pemilih dengan jumlah TPS 2.236 yang tersebar di 328 desa dan kelurahan," imbuhnya.

Setelah ditetapkan, maka tahapan selanjutnya DPS hasil pleno akan diumumkan di kantor desa atau kelurahan dan di tempat-tempat strategis yang bisa dijangkau masyarakat umum. Tujuannya agar mendapat tanggapan masyarakat. Sehingga nanti kalau ada tanggapan masyarakat atau ada pemilih yang sudah mempunyai hak pilih dan belum masuk, bisa dilaporkan ke PPS.

"Kami berharap warga mengecek DPS ini di kantor desa atau kelurahan. Apabila belum terdaftar atau terdapat perubahan, mohon segera menghubungi jajaran penyelenggara (PPS, PPK, atau KPU),” kata dia.

Baca Juga : Bawaslu Banyuwangi Larang Masyarakat Rusak Peraga Kampanye Sembarangan

Sementara, pelaksanaan pilkada serentak 2020 berlangsung di tengah pandemi covid-19 sehingga dalam setiap tahapannya selalu menekankan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Zakiatul Munawaroh, komisioner KPU Kabupaten Tuban divisi SDM dan partisipasi masyarakat, mengingatkan kembali tentang PKPU No 6 Tahun 2020 tentang Pilkada Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Non-Alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Seluruh penyelenggara di bawah jajaran KPU Tuban harus benar-benar memahami regulasi ini. Hal ini selalu kami ingatkan supaya meminimalisasi temuan yang menghambat proses pelaksanaan pilkada 2020 ini” terang Zakia, sapaan akrabnya. 

Rapat kali pleno kali ini berjalan lancar, tanpa adanya konflik di forum, sehingga berjalan sesuai jadwal. Sebanyak  90% undangan hadir dan tidak ada intrupsi mempermasalahkan hasil rapat pleno DPS pilkada Tuban 2020.