Komisioner KPU Menandatangani BAP DPS Pilkada Di Hotel Aston Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Komisioner KPU Menandatangani BAP DPS Pilkada Di Hotel Aston Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada serentak  Tahun 2020 Dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPHP Dan Penetapan DPS Dalam Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Tahun 2020 di Hotel Aston Banyuwangi Senin (14/9).

Menurut Dwi Anggraeni Rachman,  Ketua KPU Banyuwangi  rencana awal  Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPHP Dan Penetapan DPS digelar hari Sabtu (12/9) namun ditunda dan baru dilaksanakan dalam tahapan akhir penetapan DPS.

Baca Juga : Ada 946.351 di Pilkada Tuban, KPU Bangun 2.236 TPS

Menurut dia Agenda Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada serentak 2020 merupakan tahapan berjenjang mulai coklit, Pleno terbuka berjenjang mulai dari PPS, PPK sampai dengan rapat pleno  KPU Banyuwangi. ”Dalam semua tahapan KPU bekerjasama dengan Bawaslu dalam pengawasan melekat pelaksanaan setiap tahapan. Dan Bawaslu sudah memberikan masukan saran dalam upaya pelaksanaan tahapan yang sesuai dengan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sementara Eko Sumanto, Pokja Pemutakhiran data Divisi Data dan Inforamasi (Datin) KPU Banyuwangi menambahkan jumlah Total DPS teratat 1.309.839. Yang terdiri pemilih pria sebanyak 648.796 dan pemilih wanita jumlahnya 661.043.

Menurut Eko, pemilih sementara Pilbup-wabup tersebut tersebar di 237 Desa/kelurahan yang tersebar di wilayah Banyuwangi dan akan melakukan pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang jumlahnya 3.745 buah. ”Hasil Penetapan DPS nantinya akan diserahkan kepada masing-masing Parpol baik dalam bentuk software maupun hardware,” jelasnya.

Selanjutnya Komisioner KPU asal Bangorejo itu mengharapkan tanggapan saran masukan warga masyarakat Banyuwangi untuk perbaikan sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang. 

Sementara Hamim, Ketua Bawaslu Banyuwangi menyatakan dalam melakukan pengawasan dalam setiap tahapan pihaknya sudah memberikan beberapa catatan yang disampaikan secara tertulis kepada KPU sebagai bahan perbaikan.”Pemutakhiran data pemilih merupakan masalah yang urgen bagi lancar dan suksesnya pelaksanaan pilkada serentak sehingga harus betul-betul valid dalam upaya memelihara dan menjaga hak pilih warga masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti Pilkada,”ujar Hamim.

Tokoh asal Purwoharjo itu menuturkan pada dasarnya Data Pemilih dalam pemilu sifatnya sangat dinamis baik karena ada yang meninggal dunia,  adanya pemilih pemula dari kalangan  TNI/Polri yang purna tugas dan baru pertama memiiliki hak pilih maupun bagi warga masyarakat yang berumur 17 tahun.

Selanjutnya dia mengharapkan agar partai politik (Parpol) bersikap aktif dalam  mencermati DPS pemilu yang sudah diterima agar tidak muncul permasalahan dalam tahapan selanjutnya dan pelaksanaan  pilkada serentak bisa berjalan dengan aman lancar dan sukses.

Baca Juga : Lawan Kotak Kosong, Pilbup Kediri Hanya Munculkan Satu Pasangan Calon

Lebih lanjut dia menambahkan Bawaslu Banyuwangi berharap agar warga yang menjalani isolasi mandiri karena dalam masa pendemi wabah Covid 19 Tempat Pemungutan Suara (TPS)nya nya perlu disiapkan oleh KPU Banyuwangi.”Dalam pelaksanaan Pilkada tahun ini  tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga semua stakeholder diharapkan  menjadikan momentum pilkada menjadi wahana kampanye dalam menuntaskan Covid 19 di Banyuwangi khususnya dan di Indonesia secara umum,” imbuhnya.

Sebelumnya Abdul Azis Hamidi, Kepala Kesbangpol Banyuwangi mengungkapkan kelancaran dan kesuksesan pilkada serentak tahun 2020 ditentukan oleh 6 komponen yaitu; Penyelenggara (KPU dan Bawaslu, Pemerintah yang menyiapkan fasilitas dan sarana prasarana pendukung, Aparat Keamanan (TNI/Polri) yang memastikan keamanan  pelaksanaan.

 Kemudian Partai Politik (Parpol) yang melakukan edukasi terhadap warga masyarakat. Selanjutnya peran Media massa yang diharapkan menampilkan pemberitaan yang menyejukan dan Masyarakat yang memiliki hak dan kewenangan untuk menentukan pilihan menurut hati nuraninya. 

”Dalam upaya mendukung kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan pilbup tahun 2020 di Banyuwangi semua stakeholder diharapkan profesional dan netralitas dalam menjalankan peran sesuai dengan tugas pokok fungsi (Tupoksi)nya,”ujar Aziz Hamidi.