Bupati Jombang Mundjidah Wahab menandatangani berita acara konsultasi publik dalam pembangunan jaringan gass bumi untuk rumah tangga melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). (Foto : Adi Rosul  / JombangTIMES)
Bupati Jombang Mundjidah Wahab menandatangani berita acara konsultasi publik dalam pembangunan jaringan gass bumi untuk rumah tangga melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES - Pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga akan segera dikerjakan oleh pemerintah pusat untuk warga di Jombang. Setidaknya, 329.662 sambungan rumah tangga akan menyasar warga di 13 kecamatan di Kota Santri.

Rencana pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Jombang itu diutarakan oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM  Alimuddin Baso. Melalui sambungan telekonferensi, Ia menuturkan bahwa program tersebut sudah memasuki tahapan konsultasi publik.

Baca Juga : Anggap Bisa Kurangi Sampah, DLH Kota Malang Genjot Rumah PKD

"Adapun konsultasi publik hari ini bertujuan untuk memperoleh pertimbangan mengenai manfaat dan dampak KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha) terhadap kepentingan masyarakat sebagaimana pada Pasal 16 Permen PPN Nomor 4 Tahun 2015. Selain itu, untuk mengetahui respons dan pemangku kepentingan lainnya terhadap keberadaan proyek yang akan dibangun dan sebagai pihak yang nanti akan memanfaatkan proyek tersebut," ujarnya, Selasa (15/9).

Disampaikan Alimuddin, elpiji 3 kilogram (kg) atau gas bersubsidi sebagian besar diperoleh dengan impor. Untuk mengatasi beban impor dan subsidi itu, ia mengajak masyarakat Jombang untuk beralih ke jaringan gas bumi rumah tangga.

Namun, untuk menyongsong program besar Kementerian ESDM RI itu, perlu adanya skema dalam realisasinya. Skema yang bisa dilakukan berupa kerja zama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Tahapan KPBU itu juga beriringan dengan tahapan konsultasi publik yang dilakukan hari ini, Selasa (15/9) di Hotel Yusro Jombang.

"Tahap pertama sudah dilaksanakan studi pendahuluan pembangunan jaringan gas dan bumi untuk rumah tangga, melalui skema KPBU oleh Tim Pusat Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Minyak Dan Gas Bumi (Lemigas). Tahapan selanjutnya adalah konsultasi publik yang dilaksanakan  hari ini," tandasnya.

Alimuddin menyebut, pihaknya sudah mendata bantuan pemasangan sambungan pipa gas resmi rumah tangga untuk warga Jombang. Dari 21 Kecamatan, ada 13 kecamatan yang berpotensi dibangun jaringan gas bumi.

"Penggunaan gas melalui jaringan gas adalah alternatif energi bagi masyarakat, sekaligus salah satu upaya untuk menekan subsidi elpiji dan beban impor," kata Alimuddin.

Sementara, Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengapresiasi rencana besar Kementerian ESDM RI itu. Ia bersyukur bahwa Jombang  merupakan bagian dari pengembangan kawasan strategis nasional metropolitan.

"Terima kasih kepada Kementerian ESDM melalui dirjen migas yang telah memberi kesempatan Jombang untuk menerima pemasangan jaringan gas rumah tangga secara gratis," ucapnya di lokasi acara.

Baca Juga : Dua Tahun Sebelumnya PAD Pariwisata Sumenep Lampaui Target, Sekarang?

Disampaikan Mundjidah, adanya program itu diharapkan dapat menekan biaya hidup masyarakat dan meningkatkan daya beli masyarakat. Ia bersyukur atas 329.662 sambungan rumah tangga yang rencananya akan dibangun tahun 2021 mendatang.

"Saya sangat bersyukur Jombang mendapat 329.662 sambungan rumah tangga yang rencana dilaksanakan tahun 2021. Alhamdulillah sudah ada kepastian bahwa jaringan pipa yang dibagi untuk 13 kecamatan dan masing-masing kecamatan mendapat 94 persen," kata Mundjidah.

Untuk diketahui, hari ini Kabupaten Jombang sudah memasuki tahapan konsultasi publik dalam pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga melalui skema KPBU. Agenda tersebut dibuka oleh Bupati Jombang Mundjidah Wahab.

Turut hadir, Wakil Bupati Jombang Sumrambah, sekretaris daerah beserta para staf ahli, asisten dan para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang. Juga para camat, sejumlah kepala desa, serta wakil dari Kementerian ESDM Direktorat Jenderal Migas selaku narasumber. Selain hadir langsung di Jombang, juga ada yang hadir secara virtual via video conference.