Suasana hearing antara Pansus Ranperda Kepemudaan bersama stakeholder terkait di ruang sidang DPRD Kota Malang, Selasa (15/9). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana hearing antara Pansus Ranperda Kepemudaan bersama stakeholder terkait di ruang sidang DPRD Kota Malang, Selasa (15/9). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kepemudaan Kota Malang saat ini tengah dibahas oleh legislatif. Di antara yang menjadi sorotan, peran serta pemuda lokal, luar daerah hingga disabilitas dicanangkan untuk mendapat fasilitas yang memadai untuk membuat program-program yang mampu memajukan pembangunan kota pendidikan ini.

Hal itu dibicarakan bersama Stakeholder terkait dalam Hearing yang digelar Pansus Ranperda Kepemudaan di Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga : Respons Polemik Pendirian Swalayan, Dewan Banyuwangi Jadwalkan Tinjauan Lapangan

Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) KNPI Kota Malang Hutama Budi Hindarta menyatakan dengan Perda Kepemudaan nantinya akan mampu memberikan ruang bagi muda-mudi khususnya di Kota Malang.

Sehingga, karya-karya pemuda pemudi dapat dilibatkan dalam program pemerintah daerah. Pun demikian dengan adanya kedatangan pemuda dari luar daerah yang dinilai banyak memberikan sumbangsih terhadap karya-karya untuk Kota Malang.

"Kota Malang ini kotanya pemuda. Yang kita tahu tempat ini cocok jadi miniaturnya Indonesia. Karena banyak dari berbagai suku, pelajar dan yang lainnya ada di sini. Tapi banyak dari komunitas-komunitas itu yang keberadaannya belum disentuh pemda," paparnya.

Maka dari itu, dalam pembahasan Ranperda ini setidaknya nantinya akan dimasukkan terkait kejelasan hak, keterlibatan ataupun fasilitasi yang bisa didapatkan organisasi pemuda dari Pemda.

"Melalui Perda ini akan ada sinergitas antara pemerintah dengan pemuda dalam mengerjakan program bareng. Apalagi jika hal itu bisa berlangsung lintas sektor di semua program OPD (Organisasi Perangkat Daerah)," imbuhnya.

Seperti instansi terkait yakni Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Disporapar) Kota Malang yang selama ini memiliki program khusus pemuda. Di mana nantinya diharapkan bisa diikuti perangkat daerah lainnya.

Kasi Pengembangan Pemuda Disporapar Kota Malang Erry Harto Prabowo dalam kesempatan ini juga menyampaikan beberapa poin. Salah satunya berkaitan dengan memfasilitasi kesejahteraan bagi program-program kepemudaan di Kota Malang.

Mulai dari pembahasan beasiswa, fasilitasi bagi muda-mudi penyandang disabilitas, program kewirausahaan, hingga permodalan.

Baca Juga : 2 Bapaslon Pilbup Blitar Tes Kesehatan di RSSA Malang, Bawaslu Terapkan Waskat

"Bidang kami juga membawahi kepemudaan, jadi beberapa yang perlu diperhatikan adalah kesejahteraan. Program seperti beasiswa kepada perorangan atau organisasi. Lalu perlu direncanakan juga fasilitasi mereka yang menyandang disabilitas. Meski nantinya terkait disabilitas akan ada regulasi tersendiri," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Ranperda Kepemudaan DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengatakan semua usulan dam masukan dari organisasi kepemudaan hingga dinas terkait akan menjadi bahan pertimbangan pansus dalam menyelesaikan pembahasan Ranperda Kepemudaan yang ditargetkan selesai pada Oktober 2020 mendatang.

Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Mia ini menekankan poin penguatan keterlibatan pemuda-pemudi di Kota Malang. Apalagi pemuda dalam pembangunan Kota Malang selama ini disebut-sebut masih belum masif.

Salah satu yang menjadi perhatian yakni menyoroti kalangan pelajar atau mahasiswa luar KTP Malang. Harapannya nanti mereka akan diberikan ruang, stimulus, agar dapat berperan aktif ikut membangun dan menjaga Kota Malang.

"Tentu akan benar-benar kita pertimbangkan untuk peningkatan kesejahteraan muda-mudi dan kontribusinya bagi Kota Malang. Sehingga banyaknya pelajar dari luar Kota Malang ini mampu membawa karakteristik masing-masing. Terlebih kita ini juga magnet kuliner, usaha dan lainnya yang harapannya di Ranperda ini bisa mengakomodir semuanya," tegasnya.