Gubernur Jatim Khofifah ketika membuka acara.
Gubernur Jatim Khofifah ketika membuka acara.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka kegiatan East Java Green Scout Inovation (EJGSI) Selasa (15/9/2020) sore. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Kwartir Daerah Jatim Saifullah Yusuf. Artis Judika juga hadir secara virtual.

 Dalam kesempatan itu, Judika meramaikan acara dengan membawa beberapa tembang andalannya. Antara lain  Cinta Karena Cinta, Mama Papa Larang, Aku yang Tersakiti. Kemudian ada lagu Separuh Nafas dari Dewa 19, Kebyar-Kebyar, dan tembang barunya, Putus atau Terus.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan, penggemblengan yang ada di pramuka ini akan membuat muncul generasi bangsa yang cinta tanah air dengan semangat kekompakan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

“Kami ingin ini menjadi penyemangat kita semua. Ini kami berharap, pramuka siap di garda terdepan menjaga NKRI dan membawa merah putri berkibar setinggi-tingginya,” ujarnya.

 Sementara, dalam kegiatan tersebut, anak-anak SMA yang tergabung dalam pramuka akan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Peserta yang berjumlah 1.100 terdiri dari anggota penegak dan pandega dari 11 kwarcab akan melakukan kegiatan berupa pemugaran 80 unit rumah tidak layak huni, pembuatan dan pengecatan 11 gapura atau monumen, penyerahan 1.100 tempat sampah, dan pemberian 11 gerobak sampah.

 Selain itu, ada pembagian 1.650 paket bahan pangan, pembagian 4.500 masker, pembagian 1.100 face shield, dan pembagian 1.100 hand sanitizer. 

“Ini adalah hal-hal yang menurut saya jadi tempat mengukir prestasi. Terima kasih karena Ibu Gubernur memberi dukungan tidak hanya policy tapi juga anggaran yang cukup. Mudah-mudahan ke depan lebih baik,” kata Ketua Kwarda Jatim Saifullah Yusuf.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menambakan, kegiatan ini dibentuk sengaja untuk memupuk kepedulian dari anak-anak muda yang tergabung dalam pramuka.

Nantinnya, kegiatan ini akan diselenggarakan di 11 zona atau titik lokasi penyelenggaraan. Masing-masing di Ponorogo (15-18 September), Kota Madiun (16-19 September), Bangkalan (21-24 September), Kota Malang (22-25 September), Kabupaten Mojokerto (27-30 September), Bondowoso (28 September-1 Oktober), Kabupaten Probolinggo (3-6 Oktober), Sidoarjo (4-7 Oktober), Bojonegoro (9-12 Oktober), Lamongan (10-13 Oktober), dan Kota Kediri (15-18 Oktober).