Bapaslon (Bakal Pasangan Calon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko saat menerapkan prosedur protokol kesehatan sebelum mendaftar Pilkada (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bapaslon (Bakal Pasangan Calon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko saat menerapkan prosedur protokol kesehatan sebelum mendaftar Pilkada (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Sehari setelah dinyatakan lolos dalam putusan verifikasi faktual (verfak) dukungan perbaikan bakal pasangan calon perseorangan, Tim Malang Jejeg terpantau mendatangi KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang, untuk mendaftarkan diri sebagai Paslon (Pasangan Calon) Bupati dan Wakil Bupati Malang dalam tahapan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Malang, Rabu (16/9/2020) sore.

Dari pantauan media online ini, rombongan dari Bapaslon (Bakal Pasangan Calon) jalur perseorangan ini, tiba di KPU Kabupaten Malang sekitar pukul 15.30 WIB dengan diiringi musik rebana dan lantunan solawat. Pasangan Heri Cahyono dan Gunadi Handoko yang saat itu mengenakan pakaian adat dari Madura dan Jawa tersebut, terlihat begitu lantang saat melangkahkan kakinya guna menyerahkan berkas pendaftaran.

Baca Juga : Gandeng Jurnalis Nahdliyin, KPU Surabaya Sosialisasikan Pilwali

”Jadi di Malang itu dua entitas ini (Jawa dan Madura) besar, sukunya banyak, etnisnya banyak dan ini mencerminkan bahwa Malang memang seperti itu. Kita beragam lintas, jadi lintas budaya, ras, agama dan sebagainya. Dan ini mencerminkan Malang Jejeg itu isinya juga seperti itu,” ungkap Sam HC (sapaan Heri Cahyono) saat ditanya alasan dirinya mengenakan pakaian adat saat mendaftar ke KPU Kabupaten Malang.

Diterangkan Sam HC, sebelum mendaftar ke KPU pihaknya mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Hanya saja dirinya mengaku sudah melakukan test swab, untuk memenuhi prosedur pendaftaran. ”Swab-nya tadi di Lavalet, hasilnya swab seperti apa belum keluar. Mungkin 3 hari lagi,” ungkap Sam HC.

Selain melakukan swab, Sam HC mengaku juga memberikan instruksi khusus kepada para simpatisannya untuk tidak melakukan arak-arakan. ”Karena pandemi covid-19, jadi ya sudah ini saja, dengan kesederhanaan ini saja. Kita memang seperti itu, kita harus taat pada protokol kesehatan. Jadi tidak ada arak-arakan,” ujarnya.

Sebagi informasi, kemarin (Selasa 15/9/2020) Tim Malang Jejeg dinyatakan memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Malang.

Hal itu menyusul adanya hasil verfak perbaikan yang menyatakan jika Tim Malang Jejeg, mampu memenuhi syarat minimal untuk mendaftar melalui jalur perseorangan. Yakni memperoleh dukungan sebanyak 138.817 dari syarat minimal yang hanya 129.796.

Baca Juga : Sikapi Perubahan Ketentuan Kampanye, Ini Respons Bupati Malang

”Strukturnya masih utuh, struktur yang mencari (dukungan, red) 138 ribu itukan masih utuh dan itu bulat masihan. Itulah yang kita manfaatkan untuk mengawal,” pungkasnya saat ditanya perihal upaya yang akan dilakukan untuk mendulang suara paska proses pendaftaran berlangsung.