Plt Kepala Disperdagin Kota Kediri Nur Muhyar menggelar bincang santai bersama pelaku usaha kota Kediri. (foto : istimewa)
Plt Kepala Disperdagin Kota Kediri Nur Muhyar menggelar bincang santai bersama pelaku usaha kota Kediri. (foto : istimewa)

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Pemerintah Kota Kediri menggelar acara Bincang Ringan, Diskusi Keamanan Pangan Bersama Loka POM Kediri yang diikuti oleh 20 pelaku usaha, Rabu (16/9/20). 

Plt Kepala Disperdagin Nur Muhyar mengutarakan, akhir-akhir ini semakin banyak usaha rumahan di Kota Kediri yang membuat produk olahan pangan seperti minuman dalam kemasan botol dan makanan beku.

Baca Juga : Target Turun, BPN Kebut Selesaikan Target PTSL 13.339 Sertifikat

"Untuk produk-produk tersebut, izin yang dipersyaratkan adalah izin edar pangan yang diterbitkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), bukan Izin PIRT dari Dinkes setempat," jelasnya.

Disperdagin sengaja mengundang Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kediri, yang merupakan perwakilan BPOM di daerah, untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para pelaku UKM/IKM tentang prosedur pengurusan izin BPOM. Dalam diskusi yang dikemas santai tersebut, Kepala Loka POM Kediri Joni Edrus Setiawan, SSi, Apt. hadir dan bertindak sebagai narasumber.

Salah seorang peserta, Angga Pria Santoso mengaku senang diundang Disperdagin untuk mengikuti bincang ringan itu. "Saya memang sudah lama menunggu kegiatan semacam ini karena ingin tahu bagaimana prosedur mengurus izin MD (Makanan Dalam Negeri) untuk minuman herbal saya," jelas pengusaha muda pemilik brand Sinom Mas Ang.

Baca Juga : Keren! Pembiayaan Usaha Syariah BPRS Kota Mojokerto Raih Top BUMD Award 2020

Untuk ke depannya, Disperdagin akan menjajaki kolaborasi yang lebih erat dengan Loka POM Kediri. "Kebanyakan pelaku UKM/IKM memang masih awam dengan izin BPOM. Adalah tugas kami untuk meningkatkan wawasan mereka agar daya saing produk lokal kita semakin kuat,"pungkasnya.