Ratusan guru ngaji dan kiai khos sewaktu gelar istighotsah dan hotmil Quran serta deklarasi menangkan bapaslon Fauzi-Nyai Eva. (Foto: Ist/JatimTIMES)
Ratusan guru ngaji dan kiai khos sewaktu gelar istighotsah dan hotmil Quran serta deklarasi menangkan bapaslon Fauzi-Nyai Eva. (Foto: Ist/JatimTIMES)

Setelah resmi mendaftarkan diri sebagai bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumenep, Achmad Fauzi-Dewi Khalifah (Fauzi-Nyai Eva) banyak bertabur dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Baru-baru ini, sebanyak 120 guru ngaji dan kiai 'khos' di empat desa di Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendeklarasikan Fauzi-Nyai Eva.

Baca Juga : Apresiasi Wisata Edukasi di Tulungagung, Dewan Jatim M. Alimin Konsisten Perjuangkan Aspirasi

Sebelum menggelar deklarasi, para guru ngaji dari berbagai dusun dan lembaga musala itu menggelar khotmil Quran dan istighotsah. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk kemenangan Fauzi-Nyai Eva.

Pertama, khotmil Quran digelar di Desa Sendang, tepatnya pada pukul 08.00 WIB di Masjid Al-Hikmah. Selanjutnya di Desa Sentol Laok pada pukul 10.00 WIB. Kemudian kegiatan serupa juga digelar di Desa Pekamban Daya dan Desa Aeng Panas. Para kiai dan guru ngaji mendeklarasikan Fauzi-Nyai Eva dengan sakral dan penuh semangat.

Koordinator Jaringan Guru Alif Fauzi-Eva (JAGAZIVA) Moh. Bisri menyatakan, kegiatan khotmil Quran dan deklarasi guru ngaji merupakan salah satu bentuk kepedulian Fauzi-Nyai Eva terhadap guru ngaji. Menurut pemuda yang karib disapa Bisri itu, 'Sumenep Mengaji' tidak lain merupakan bagian dari pasangan Fauzi-Nyai Eva untuk menyerap aspirasi para guru ngaji.

"Harapan mereka, Sumenep Mengaji bersama kiai dan guru ngaji masuk dalam program unggulan Fauzi-Nyai Eva. Sehingga keberadaan guru ngaji di desa-desa dapat perhatian penuh dari pemerintah," kata Bisri, Kamis (17/9/2020).

Bisri mengaku, kegiatan Sumenep Mengaji akan dilakukan secara maraton ke desa-desa. "Hari ini perdana. Setelah itu, Sumenep Mengaji juga akan digelar di kecamatan dan desa lainnya. Seperti di desa-desa di Gapura, Dungkek, Bluto, Guluk-Guluk, kepulauan dan lainnya," jelasnya.

Sementara itu, salah satu kiai sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-A'dhami Desa Sendang, Kiai Haqiquddin, menyatakan para kiai khos dan guru ngaji mendukung penuh pasangan Fauzi-Nyai Eva karena keduanya didukung oleh kiai dan ulama ternama. Termasuk beberapa pengasuh PP Annuqayah.

"Sudah banyak tokoh dan kiai ternama yang pasang padan untuk Fauzi-Nyai Eva. Kami lebih memilih yang banyak," paparnya.

Menurut dia, selama menjabat wakil bupati di Kota Keris, putra Slamet Wongso Yudho dikenal merakyat, santun dan ramah terhadap masyarakat. "Harapan kami,  Fauzi-Nyai Eva ditakdirkan semakin menyejahterakan guru ngaji. Sikap merakyat, santun dan ramah terhadap masyakat tidak pernah berubah," ucapnya.

Senada, seorang tokoh asal Desa Sentol Laok, Kiai Maimun Suja'ie mengaku kagum atas kesederhanaan Fauzi. Pria yang selama lima tahun mendampingi Bupati A. Busyro Karim ini tak pernah merasa canggung bertemu dengan masyarakat. Bahkan Fauzi sangat hormat kepada kiai dan ulama.

"Selama lima tahun, kami nyaris tidak menemukan celah untuk Fauzi. Sementara Nyai Eva adalah salah satu tokoh perempuan yang menginspirasi kaum perempuan. Lebih-lebih muslimat NU," terangnya.

Baca Juga : Pergerakan Milenial Minang Minta Puan Segera Meminta Maaf

Kata dia, kegiatan yang digelar secara sukarela ini merupakan harapan besar bagi guru ngaji, agar ketika terpilih nanti guru ngaji tetap menjadi program utama Fauzi-Eva.

Sedangkan tokoh asal Desa Pakamban Daya Kiai Habib mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan Sumenep Mengaji dan deklarasi kemenangan Fauzi-Nyai Eva. Tujuannya, mendoakan pasangan Fauzi-Eva agar terpilih di pilkada Sumenep yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang.

Kiai Habib optimistis Fauzi-Nyai Eva menang pada pilkada. Ada banyak indikator. Salah satunya, sejak mendampingi Kiai Busyro, Fauzi terbukti menjadi partner yang baik. Katanya, ada banyak kemajuan di Sumenep. Faktor lain, Fauzi sosok yang merakyat, mengutamakan etika hingga ramah terhadap siapa pun.

"Beliau nyaris tanpa sekat. Fauzi lebih memperhatikan akhlak, juga santun. Ditambah Nyai Eva, sosok yang adem dan santun juga. Itulah alasan kami kompak memenangkan Fauzi-Nyai Eva," tegasnya.

Tidak hanya itu. Kiai Ma'mun Amar selaku tokoh Desa Aeng Panas menyambut baik gagasan 'Sumenep Mengaji' dan serap aspirasi Fauzi-Nyai Eva bersama guru ngaji.

Menurut dia, keberaan guru ngaji perlu mendapatkan porsi lebih. Sebab, mereka merupakan pahlawan di desa-desa. "Sangat, sanagat positif. Dan tentu kabar baik bagi guru ngaji di Sumenep. Lebih-lebih-lebih di Aeng Panas. Kami mendukung," akunya.

Terkait Fauzi-Nyai Eva, Kiai Ma'mun melihat pasangan yang sempurna. Fauzi nasionalis, sementara Nyai Eva dari kalangan religius. Selain itu, kata Kiai Ma'mun, keduanya merupakan sosok yang santun dan ramah. "Atas dasar itulah, kami mendukung Fauzi-Nyai Eva," pungkasnya.