Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto (Dokumentasi MalangTIMES)
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto (Dokumentasi MalangTIMES)

Rencana pembangunan Terminal Madyopuro sebagai terminal wisata sekaligus rest area bagi para wisatawan yang datang dan keluar melalui Tol Malang Pandaan gagal direalisasikan tahun ini. Meski begitu, pembangunan yang memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat itu diharapkan kembali diajukan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto menyampaikan, pengelolaan aset Terminal Madyopuro memang melekat kepada Dinas Perhubungan Kota Malang. Namun untuk proses pengajuan tetap melekat kepada Disporapar Kota Malang.

Baca Juga : Bupati Sanusi Rancang Pembangunan Pariwisata Kabupaten Malang hingga 2035

"Kami kembali koordinasi dengan Disporapar agar bisa kembali diajukan ke Kementerian Pariwisata tahun depan," katanya.

Handi menyampaikan, pembangunan Terminal Madyopuro yang dilengkapi dengan rest area dan sederet fasilitas wisata akan berdampak besar pada Kota Malang. Salah satunya untuk pariwisata di Kota Malang sendiri.

Karena konsep dari terminal wisata tersebut adalah memberikan berbagai informasi seputar wisata di Kota Malang. Sehingga para wisatawan yang baru masuk bisa memperoleh informasi lengkap di dalamnya.

Selain itu, fungsi terminal juga tetap dimanfaatkan seperti sekarang. Hanya saja, akan ditambah sebagai pusat keberangkatan wisatawan saat hendak menuju ke Bromo. Titik kumpul keberangkatan menuju Gunung Bromo nantinya bisa diakses melalui Terminal Madyopuro tersebut.

"Jadi memudahkan masyarakat yang mau singgah, atau mencari informasi tentang wisata," jelasnya.

Baca Juga : Pemkot Surabaya Dituding Jor-Joran APBD Jelang Pemilihan Wali Kota

Sebelumnya, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, rencana pembangunan rest area di Terminal Madyopuro gagal direalisasikan tahun ini. Lantaran anggaran yang ditetapkan telah ditarik kembali oleh pemerintah pusat untuk penanganan covid-19.

Perempuan yang akrab disapa Dayu itu juga menyampaikan jika belum berencana mengajukan kembali pembangunan Terminal Madyopuro pada APBD murni 2021. Sedangkan dalam APBD-Perubahan juga tak diajukan lantaran keterbatasan waktu.