Warga saat mengambil air di sumur bor Pamsimas (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)
Warga saat mengambil air di sumur bor Pamsimas (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)

Warga satu dusun di Jombang mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau ini. Kesulitan air bersih tersebut sudah tiga bulan terakhir ini dirasakan warga.

Sulitnya mendapatkan air bersih ini dialami oleh warga di Dusun Wonorejo, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Dusun tersebut dihuni oleh 48 kepala keluarga (KK) dengan total jumlah penduduk 180 jiwa.

Baca Juga : Work From Home, Kasus Kebakaran di Kabupaten Blitar Turun Drastis di Masa Pandemi Covid-19

Selama bertahun-tahun, warga mendapatkan pasokan air dari Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam. Desa tersebut berada di atas Dusun Wonorejo, Desa Ngrimbi. Namun pada setahun terakhir, dusun tersebut sudah dibuatkan sumur bor oleh pemerintah melalui program Pamsimas (penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat).

Sayangnya, air di sumur bor tersebut tidak berfungsi normal saat musim kemarau ini. Air sering kali tidak keluar karena debit air yang sedikit di lokasi tersebut. Akibatnya, warga banyak yang tidak tercukupi kebutuhan air di sumur bor itu.

Hal tersebut disampaikan oleh warga setempat, Basuni (52). Ia mengambil air di sumur bor lantaran tidak ada air di rumahnya. "Di rumah sudah tidak ada air. Ambil airnya di sini (sumur bor, red) kadang lancar kadang tidak," ujarnya saat diwawancarai di lokasi, Sabtu (19/9).

Menurut Basuni, warga di Dusun Wonorejo itu banyak yang memilih mengambil air di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi. Dusun tersebut berjarak 2 kilometer dari Dusun Wonorejo.

Bahkan terkadang, ada warga yang terpaksa mengambil air ke sungai untuk kebutuhan mencuci pakaian. "Ada yang milih ambil air ke Desa Ngrimbi, ada juga yang ambil ke sungai. Biasanya buat nyuci, buat mandi. Kalau di sungai itu ya terpaksa," tandasnya.

Sementara, Sekretaris Desa Ngrimbi, Sucipto mengatakan, tiga bulan terakhir atau sejak bulan Juli lalu, warga di Dusun Wonorejo kesulitan mendapatkan air. Sumber air melalui Pamsimas yang biasa dimanfaatkan warga tidak berfungsi dengan baik.

"Sejak dibangun Pamsimas debit airnya terus berkurang sampai saat ini. Sehingga mulai bulan Juli Dusun Wonorejo ini kekurangan air," tandasnya saat ditemui di Dusun Wonorejo.

 

Baca Juga : Lima Kecamatan di Kabupaten Kediri Terancam Kekeringan

Untuk memenuhi kebutuhan air untuk 48 KK di dusun itu, kata Sucipto, pemerintah desa mengirimkan air bersih dua hari sekali. Air yang dikirim ke warga itu sebanyak 4 ribu liter.

 

Terkadang, pemerintah desa juga meminta kiriman air dari BPBD Jombang. "Droping air sebanyak 4000 liter dilakukan oleh pemerintah desa, yang mana air tersebut diambil dari Dusun Kopen, setiap dua hari sekali," ucapnya.

 

Sucipto berharap, kondisi yang dialami warganya tersebut kembali mendapat perhatian pemerintah daerah. Ia meminta ada bantuan pengeboran sumur lagi. Pasalnya, sumur bor yang saat ini ada hanya sedalam 100 meter. Karena itu, debit air tidak bisa mencukupi kebutuhan warga.

"Harapan dari pemdes itu minta bantuan ke dinas Perkim (Perumahan dan pemukiman). Harapan saya supaya dikasih bantuan lagi, agar warga dapat bantuan sumur bor lagi," pungkasnya.(*)