Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya
Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya

Kepolisian Resort Blitar siap menindak tegas pelaku pelanggaran protokol kesehatan dalam tahapan Pilkada Kabupaten Blitar 2020. Upaya ini merupakan langkah kepolisian untuk mencegah penyebaran covid-19 di masa pilkada. 

Tindakan tegas Polres Blitar tersebut menindaklanjuti maklumat Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis. Ya Kapolri telah mengeluarkan maklumat nomor Mak/3/IX/2020 tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Pilkada Tahun 2020 tertanggal 21 September 2020. 

Baca Juga : Mahfud MD Beberkan 4 Alasan Presiden Jokowi Tidak Tunda Pilkada 2020!

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, mengungkapkan pilkada edisi ini butuh perhatian khusus karena digelar di tengah pandemi. Dalam hal ini pihaknya mengimbau kepada KPU sebagai  penyelenggara, Bawaslu selaku pengawas, pasangan calon hingga tim sukses untuk mematuhi protokol kesehatan selama pelaksanaan tahapan pilkada.

“Kami minta seluruh yang terlibat mulai dari penyelenggara hingga tim sukses paslon untuk mematuhi protokol kesehatan. Kita harus bersama-sama tegakkan protokol kesehatan agar tidak muncul kluster pilkada di Kabupaten Blitar,” tegas Fanani, Rabu (22/9/2020). 

Lebih dalam Fanani mengimmbau kepada seluruh paslon dan tim sukses untuk mengendalikan massa. Sesuai maklumat Kapolri jika ada yang melanggar akan ditindak tegas dan dikenai sanksi kurungan selama 1 tahun serta denda. 

Baca Juga : PBNU Minta Pilkada Ditunda, Ini Respons Bacabup Malang yang juga Warga Nahdliyin

“Jangan bawa banyak massa, karena berpotensi tinggi menyebabkan penularan covid-19. Bila ada yang seperti itu kita akan tindak tegas, kita tidak pandang bulu menegakkan aturan. Kalau ada iring-iringan juga akan langsung kami bubarkan.  Sanksinya denda hingga kurungan satu tahun," pungkasnya.