Pelaku Andi Wijaya saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Balung (foto : Minto  / Jatim TIMUR)
Pelaku Andi Wijaya saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Balung (foto : Minto / Jatim TIMUR)

Andi Wijaya Kusuma Atmaja (21) warga Desa Menampu Kecamatan Gumukmas Jember, yang tidak lain pelaku DPO (Daftar Pencarian Orang) kasus begal yang diburu Satreskrim Polsek Balung, berhasil diciduk.

Anehnya pelaku yang dinyatakan DPO sejak 10 Maret 2020 lalu ini, bersembunyi tidak di luar kota seperti lazimnya yang dilakukan pelaku DPO pada umumnya, Andi hanya bersembunyi di Kampung Baru Desa Balung Lor Balung Jember.

Baca Juga : Tetap Buka di Masa Pandemi, Kafe Backroom by Triangle Dikeluhkan Warga

 

"Pelaku sebenarnya sudah mengetahui kalau sedang diburu, dan ia memilih bersembunyi di Kampung baru, karena di kampung baru tersebut, dirinya merasa aman," Ujar Kanitreskrim Polsek Balung Bripka Medi Siswoyo.

Ke depan, pihaknya akan melakulan pengawasan secara ketat terhadap wilayah-wilayah yang rawan kriminal, termasuk wilayah yang terindikasi sebagai tempat aman untuk persembunyian pelaku begal.

"Kami sangat menyayangkan sekali kepada warga yang mungkin telah mengetahui adanya pelaku yang tidak memberikan informasi kepada kami atau sengaja menyembunyikan pelaku, kedepan akan kami awasi secara," Beber Medi.

Kampung baru yang letaknya di selatan bekas Stasiun Balung juga tempat ekslokalisasi liar. Penghuni kampung tersebut kebanyakan adalah warga pendatang.

Baca Juga : Truk Bermuatan Rongsokan Terbakar di Jalan Raya Jombang, Sopir Selamat

 

Pelaku Andi Wijaya sendiri merupakan residivis kasus pencurian dan menjalani hukuman selama 10 bulan, dalam kasus DPO ini, Andi Wijaya tidak sendirian, tapi ia bersama dua temannya yakni Muhammad Miko yang tertangkap lebih dulu, dan RR yang masih dalam DPO.

Saat merampas HP milik salah satu warga Dusun Kedung Nilo Desa Karang Semanding Balung, aksi pelaku ini terekam CCTV dan sempat dikejar oleh warga, namun berhasil melarikan diri. Berbekal rekaman CCTV itulah polisi melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku. (*)