Ratusan peserta saat berkumpul di Kecamatan Kauman / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Ratusan peserta saat berkumpul di Kecamatan Kauman / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Ujian perangkat di beberapa desa di Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, yang dilaksanakan pada Rabu (23/09/2020) malam, masih menyisakan persoalan. Pasalnya, ratusan peserta yang saat itu memprotes hasil ujian yang di umumkan hingga kini belum puas.

Dari informasi yang dihimpun, para peserta diantaranya dari Desa Bolorejo dan Desa Kates, melayangkan surat keberatan atas hasil pengumuman yang dianggap janggal itu.

Baca Juga : Baik dan Buruk Surabaya Dilombakan dalam Foto Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Ketua panitia penjaringan dan penyaringan perangkat desa Kates, saat dikonfirmasi membenarkan banyak aduan keberatan yang disampaikan.

"Maaf, ini kami panitia masih sibuk membuat surat tanggapan atas aduan keberatan dari peserta," kata Eko saat dihubungi, Jumat (25/09/2020).

Perlu diketahui, saat itu ratusan peserta protes karena hasil ujian yang semestinya diumumkan pada hari Rabu (23/09/2020) jam 09.00 WIB, tiba-tiba ditunda dengan alasan ada revisi ulang. Hal itu disampaikan langsung oleh pihak pembuat soal ujian yakni dari pihak Universitas Brawijaya Malang.

Karena merasa janggal, para peserta menilai revisi yang dilakukan adalah permainan politik yang tidak sehat bagi demokrasi.

Saat dikonfirmasi, Camat Kauman Wahid Masrur, mengatakan, hingga saat ini panitia telah mengirimkan surat keberatan ke pihak pembuat soal, yakni UB Malang.

"Panitia sudah mengirimkan surat ke UB selaku pelaksana teknis ujian. Ditunggu dulu tanggapan dari UB," kata Wahid.

Seperti diketahui, enam desa di Kecamatan Kauman yang melaksanakan ujian perangkat desa, yaitu Desa Batangsaren, Kates, Banaran, Bolorejo, Kauman, dan Desa Pucangan. Dalam ujian soal yang dibuat terdiri dari 80 persen penilaian untuk pilihan ganda dan 20 persen untuk essai atau jawaban tulis.

Baca Juga : Dinsos Tulungagung "Bocorkan" Juklak Dan Juknis BPNT, Komisi C DPRD: Belum Koordinasi

Jadwal pengumuman hasil ujian perangkat desa yang semestinya diumumkan jam 09.00 WIB terpaksa ditunda lantaran ada pemberitahuan dari pihak Universitas Brawijaya yang menyatakan ditemukannya masalah teknis.

Karena tak puas, para peserta minta pembatalan pengumuman hasil ujian tersebut. Akhirnya disepakati dengan disaksikan pihak Muspika Kauman mengadakan telekonference dan Zoom dihadapan para peserta ujian dan seluruh panitia dari 6 desa di kecamatan Kauman itu.

"Untuk yang Desa Kates ini kompak mengajukan keberatan hasil ujian. Untuk desa lain saya kurang monitor. Namun, dugaan ada skenario sejak awal terbukti," ujar salah satu warga.