Proses Produksi Kripang (Foto: Bramastyo Dhieka Anugerah / Jatim Times)
Proses Produksi Kripang (Foto: Bramastyo Dhieka Anugerah / Jatim Times)

Eksistensi pondok pesantren (ponpes) kini tidak hanya berkiprah di dunia pendidikan keagamaan dan ilmu pengetahuan, melainkan juga dunia usaha dan perekonomian. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Manarul Qur’an, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.

Melalui Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) pesantren ini berhasil menelurkan banyak unit usaha yang  salah satu produk olahannya berhasil dipasarkan di beberapa kota di Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan oleh Zamroni, Ketua Kopontren Manarul Qur’an.

Baca Juga : Olah Limbah Kayu, BUMN Indah Karya Tambah Daftar Ekspor

“Produk olahan yang menjadi unggulan dari Kopontren Manarul Qur’an dan sekarang sedang Booming adalah kripang (Kripik Pisang Gajih). Produk ini sudah didaftarkan menjadi salah satu Produk OPOP (One Pesantren One Produk) yang akan mengikuti Pameran tingkat provinsi di Surabaya dalam  waktu dekat, “ imbuhnya kemudian.

Kripang buatan pesantren Manarul Qur’an saat ini sudah beredar di beberapa minimarket dan toko-toko di kabupaten Lumajang . Selain itu, Kripang mampu menjangkau luar kota, yaitu Kediri dan Probolinggo. Proses poduksinya sendiri juga langsung ditangani oleh santri.

“Proses produksi langsung  ditangani  santri sendiri, setiap hari ada 2 sampai 3 santri yang berpoduksi. Minggu libur,  jadi produk kripang murni dari santri sendiri,” paparnya.

Baca Juga : Dipanen Sebelum Waktunya Karena Hujan, Petani Tembakau Tulungagung Merugi

Kopontren Manarul Qur’an kini sedang memulai babak baru, berawal dari pengajuan Izin Kopontren pada tahun 2015 dengan status Prakoperasi kemudian melakukan aktivitas perkoperasian sampai dengan tahun 2019, barulah izin Kopontren turun pada  tahun 2019