Tempe Wedok yang masih mempertahankan pelepah pisang sebagai bungkusnya (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Tempe Wedok yang masih mempertahankan pelepah pisang sebagai bungkusnya (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Desa Labruk Kidul Kecamatan Sumbersuko Lumajang sejak lama dikenal sebagai produsen tempe. Bahkan namanya dikenal sebagai tempe wedok, karena pembungkusnya tidak menggunakan plastik, namun menggunakan pelepah pisang dengan bahan kedelai asli, tanpa campuran apapun.

Karang Taruna (Karta) Bhakti Yudha Pertiwi, melihat potensi tempe wedok ini sebenarnya sangat bagus. Ini terbukti, ketika dicoba dipromosikan melalui media sosial, tempe wedok ini memperoleh respon positiv, bahkan mendapat pesanan dari berbagai kota.

Baca Juga : Selain Olahan Keripik Tempe, Batu Hias akan Jadi Souvenir Kampung Sanan 

 

Sayangnya, saat ini pembuat tempe wedok ini tinggal dua orang saja, yang usianya juga sudah tua. Dua orang yang masih bertahan dengan tempe berbungkus pelepah pisang ini adalah Bu Khasanah yang berusia 70 tahun dan Mbok Bawon yang sudah berusia 60 tahun.

"Kami ingin melakukan pelatihan pembuatan tempe wedok ini kepada warga lainnya, agar makanan dengan kearifn lokal ini bisa bangkit kembali," kata Wahyudi Rosyad Ketua Karang Taruna Bhakti Yudha Pertiwi, Labruk Kidul Kecamatan Sumbersuko Lumajang.

Tujuannya, agar tempe wedok ini bisa dilestarikan, dan yang terpenting bisa menjadi pendapatan tambahan bagi warga setempat, apalagi di era Pandemi seperti sekarang ini.  

Lalu kenapa disebut dengan nama Tempe Wedok ?

"Jadi tempe wedok ini bungkusnya dari pelepah pisang, nah cara bungkusnya itu seperti seorang perempuan memakai jarik. Setelah itu diikat menggunakan tali dari pelepah pisang, ibaratnya seperti perempuan memakai jarik dan diikat pakai udet (selendang). Itulah kenapa namanya tempe wedok, atau perempuan,” kata Wachyudi Rosad kemudian, yang menyebut Karta yang dipimpinny begabung dengan Heppi Community

Pembina Heppiii Community Lumajang, Miftachul Arif menyataka pihaknya akan terus berupaya agar produk lokal Desa Labruk Kidul ini tetap bisa lestari.

Baca Juga : Kreatif di Masa Pandemi, Mahasiswa PKM Unisba Beri Pelatihan Membuat Masker 

 

"Kaau produksi tempe wedok jika dikelola dengan maksimal juga bisa meningkatkan potensi dan menguatkan ekonomi warga desa. Mudah-mudahan tempe wedok makin berkembang dan akan ada banyak penerusnya, sehingga warga desa bisa semakin produktif dan tetap menjaga kearifan lokal yang ada,” ungkapnya.