Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly (depan, paling kiri) saat tiba di SAE (doc MalangTIMES)
Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly (depan, paling kiri) saat tiba di SAE (doc MalangTIMES)

Berbagai program pembinaan yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Malang yang dikenal dengan Lapas Lowokwaru, banyak menuai pujian dari Direktur Jendral (Dirjen) hingga Menteri Hukum dan HAM.

Seperti halnya pada 7 Juli 2020 lalu saat Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Reynhard Silitong mengunjungi Lapas Klas 1 Malang.

Saat kunjungan dengan didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Jatim, Krismono dan Kalapas Klas 1 Malang, Anak Agung Gede Krisna, Dirjen melihat langsung fasilitas sarana prasarana di Lapas Klas 1 Malang.

"Pembinaan, tentang pelaksanaan kerja, budidaya pengembangan anggrek, mempersiapkan warga binaan-binaan menjadi pelukis, warga binaan dapat berusaha membentuk satu wirausaha hasil karyanya dan ini sangat bagus untuk warga binaan," jelasnya.

Karena itu, pihaknya berharap agar nantinya setelah mereka keluar Lapas, mereka bisa kembali ke masyarakat dan mempunyai kemandirian. Utamanya dalam berwirausaha untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan nasional, minimal untuk kehidupan mereka sendiri. "Tentu ini saya sangat apresiasi terhadap Lapas Klas 1 Malang dan bisa menjadi contoh untuk Lapas lain," terangnya.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly saat datang ke Malang untuk meresmikan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum (16/9/2020), turut mengapresiasi adanya SAE. Sebab, SAE merupakan program yang diharapkan mampu menyiapkan napi kembali ke masyarakat dengan bekal pelatihan dan pembinaan yang telah diberikan. 

”Selain sebagai sarana asimilasi dan edukasi, SAE L’SIMA juga merupakan tempat pelatihan bagi warga binaan. Di sini merupakan upaya kita untuk mendidik warga binaan dalam proses asimilasi, sebelum mereka keluar dan kembali ke masyarakat. Program asimilasi pemandirian terhadap napi ini merupakan program yang memang kita harapkan. Sehingga setelah kembali ke masyarakat, mereka dapat bermanfaat bagi orang di sekitarnya. Bermanfaat bagi keluarga, dan bermanfaat bagi negara,” pungkasnya.