Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat melakukan tanya jawab dengan audiens yang hadir dalam Forum Silaturrahmi Kamtibmas di Hotel Mirabell Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (30/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat melakukan tanya jawab dengan audiens yang hadir dalam Forum Silaturrahmi Kamtibmas di Hotel Mirabell Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (30/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Keberadaan organisasi masyarakat (ormas) dinilai strategis dalam membantu pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19. Terlebih di daerah-daerah yang bakal menyelenggarakan Pilkada pada Desember 2020 mendatang. 

Hal itu pula yang membuat Polres Malang terus melakukan imbauan-imbauan terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19, khususnya pada seluruh tahapan Pilkada Kabupaten Malang agar tidak terjadi kluster baru.

Baca Juga : Calon Tunggal dan Pandemi Covid-19, Akademisi Kediri: Bisa Jadi Faktor Turunnya Partisipasi di Pilkada 2020

Salah satu upaya imbauan tersebut dikemas dalam acara Forum Silaturrahmi Kamtibmas (Keamanan Ketertiban Masyarakat) Polres Malang yang menghadirkan perwakilan ormas di wilayah Kabupaten Malang.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan Covid-19 telah diatur dengan jelas pada PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) Nomor 13 Tahun 2020.

"Dalam PKPU 13 tahun 2020 sudah disampaikan dengan jelas, apa saja yang menjadi batasan. Sehingga tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan," ujarnya ketika memberikan sambutan di Hotel Mirabell, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (30/9/2020).

Penerapan protokol kesehatan yang tertib dan disiplin akan membantu pencegahan atau bahkan penurunan perkembangan Covid-19 di Kabupaten Malang. Karena diketahui bahwa kurva kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Malang lebih dari 87 persen.

Hingga memasuki tahapan kampanye pada tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020 ini, disampaikan Hendri bahwa tidak terdapat peristiwa yang menonjol terkait perkembangan Covid-19 di Kabupaten Malang.

"Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada kejadian menonjol di Kabupaten Malang. Tahapan pelaksanaan kampanye ini masih dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan," ungkap pria asal Solok, Sumatera Barat ini.

Hal itu didukung pula dengan peningkatan pemahaman masyarakat Kabupaten Malang yang sudah mulai memahami prioritas keselamatan dan keamanan manusia di tengah pandemi Covid-19. Sehingga hal itu menjadi salah satu faktor menurunnya perkembangan Covid-19 di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Kalangan Kiai Kampung Sambut Baik Program Blitar Mengaji Henry-Yasin

Dalam Forum Silaturrahmi Kamtibmas yang mengundang perwakilam ormas tersebut, Hendri mengatakan bahwa seluruh elemen masyarakat juga harus memiliki satu visi yang sama dalam tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020.

"Kita semua harus menyatukan visi, tujuan, arah yang sama, untuk melaksanakan Pilkada yang aman dan lancar meskipun di tengah pandemi Covid-19," terangnya.

Hendri menambahkan bahwa seluruh masyarakat dan petugas harus bersinergi untuk saling komitmen dalam menjaga keamanan pada Pilkada Kabupaten Malang 2020 di tengah pandemi Covid-19.

"Terus jaga stabilitas, Kamtibmas, di wilayah Kabupaten Malang," pungkasnya.